Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Di Acara Nikah Putri Rizieq Shihab

Letjen TNI Doni Monardo, Upaya Kopassus Selamatkan Nyawa Rakyat

TribunKetua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo
A A A

JAKARTA - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-27, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menjadi sorotan masyarakat Indonesia, setelah terjadinya kerumunan besar masyarakat di acara yang diselenggarakan pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.

Perwira tinggi Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) menjadi sorotan setelah lembaga yang dipimpinnya kini, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dituduh memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara itu.

Atas tuduhan itu, jenderal lulusan Akademi Militer 1985 itu angkat bicara, dilansir Viva.co.id Militer, Senin 16 November 2020, Letjen Doni Monardo menyatakan, apa yang dilakukan timnya di acara Rizieq Shihab bukanlah sebuah bentuk dukungan.

Sebab, menurut Letjen TNI Doni, dia sama sekali tak peduli dengan acara itu, yang dipedulikannya adalah keselamatan nyawa rakyat Indonesia, yang hadir di tempat itu.

"Ini semata-mata demi memberikan perlindungan terbaik kepada bangsa kita. Solus Populi Suprema Lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," kata jenderal kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu.

Letjen TNI Doni menuturkan, pembagian masker yang dilakukan tim BNPB bukanlah aksi dukungan untuk acara Rizieq Shihab. Sebab, sejak awal Letjen TNI Doni telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Menurut Letjen TNI Doni, berbagai upaya telah dilakukan agar kerumunan massa tidak terjadi di acara itu. Tapi empu acara keras kepala, sehingga akhirnya Letjen TNI Doni harus menempuh cara lain agar masyarakat yang hadir tidak terpapar Virus Corona atau COVID -19.

"Sehingga jalan terakhir adalah memberikan masker. Semata-mata adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," kata penyandang 3 bintang emas TNI tersebut.

Letjen TNI Doni tidak tahu bahwa upaya terakhir dirinya menyelamatkan nyawa rakyat itu akhirnya menuai pro dan kontra dari masyarakat. Dan secara ksatria, Letjen TNI Doni meminta maaf.

"Sekali lagi mohon maaf apabila langkah-langkah yang telah dilakukan ini mungkin banyak pihak yang kurang senang," ujar jenderal berdarah Minang itu.

Perlu diketahui, hingga detik ini Letjen TNI Doni masih berstatus sebagai prajurit TNI aktif. Dia dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala BNPB atas permintaan Presiden RI, Joko Widodo.

Letjen TNI Doni mulai menjabat sejak 9 Januari 2019 menggantikan Willem Rampangilei.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...