Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala yang baru saja dilantik pada akhir Desember tahun lalu sebagai orang nomor wahid dibidang administasi, ternyata sosok lulusan S3 ini memiliki karakter maupun cara ampuh tersendiri untuk menghindari konfirmasi dengan wartawan, Sabtu (23/01/2021). Sikap orang nomor tiga di jajaran pemerintahan Aceh Utara, terkesan seakan-akan tidak paham terhadap fungsi dan tugas seorang wartawan, Seharusnya seorang Sekda harus koperatif dengan wartawan sesuai fungsinya yang diatur seusai dalam undang undang nomor 40 tahun 1999.

Untuk meredam kekisruhan;

Langkah Elegan Gubernur adalah Meminta Maaf Kepada MAA

ISTIMEWAUsman Lamreung
A A A

BANDA ACEH - Kisruh Majelis Adat Aceh (MAA) Ketua terpilih hasil Mubes 2018 antara Badruzzaman dan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memasuki babak baru dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung.

Hasil dari gugatan mutlak dimenangkan oleh Badruzzaman. "Maka sudah sepatutnya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah melantik Badruzzaman sebagai Ketua MAA hasil pemilihan Musyawarah Besar 2018," kata Usman Lamreung, akademisi dari Universitas Abulyatama (Unaya) kepada acehimage.com, Kamis (26/11/2020) malam.

Selaku pengamat sosial dan politik, Usman Lamreung mengatakan sebagai negara hukum dan pemerintahan yang taat pada azas hukum, Gubernur sudah semestinya melaksanakan putusan Makamah Agung.

Hal itu sangat penting bagi masyarakat jika pimpinan atau gubernur menghormati dan menghargai putusan pengadilan dan sekaligus menjaga marwah lembaga pemerintah yang taat hukum.

"Biarpun secara hukum, gubernur bisa saja tidak melaksanakan putusan tersebut dan tidak melantik serta tidak mengakui ketua MAA Mubes 2018," katanya.

Melihat perkembangan kekisruhan itu, Usman menyarankan supaya kedua pihak islah.

Tegasnya gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Ketua MAA terpilih dalam Mubes 2018 Badruzzaman untuk berdamai.

"Pak Gubernur sebaiknya meminta maaf kepada bapak Badruzzaman sebagai penghormatan baginya selaku orang tua juga sebagai tokoh adat Aceh," ujarnya.

Rekonsiliasi atau islah ini sangat penting sebagai langkah elegan pemerintah untuk selanjutnya juga baik bagi rakyat Aceh.

Kenapa langkah islah ini dinilai penting, karena memperbaiki, mendamaikan, dan mereformasi situasi yang tengah terjadi antara Gubernur Nova Iriansyah dan Badruzzaman dan dengan islah akan sangat positif bagi kehidupan rakyat Aceh.

"Jadi saran kami perlu peran penting Wali Nanggroe sebagai pihak ke tiga untuk mendorong agar kisruh ini selesai dengan baik, dan MAA bisa kembali bekerja membantu pemerintah Aceh dalam bidang Adat Istiadat," imbuh Usman Lamreng.

Terakhir Usman mengingatkan dengan mengutip ayat suci Al-Qur'an, yang artinya "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali menyuruh (manusia) memberi sedekah, berbuat makruf (baik), atau melakukan islah (perdamaian) di antara manusia. Dan, siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberinya pahala yang besar.'' (QS Annisa' [4]: 114).

Karena itu, islah di satu segi merupakan upaya aktualisasi kesalehan personal sekaligus kesalehan sosial; dan di segi lain mengandung usaha menciptakan kesalehan komunal dan kultural.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...