Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Langgar INGUB, Polisi Didesak Selidiki Pemilik Getah Pinus Yang Terguling Di Bener Meriah

IstMuhammaddinsyah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Aktivis Bener Meriah, Muhammaddinsyah meminta pihak kepolisian menyelidiki soal getah pinus yang dibawa oleh truk Fuso yang terguling di Kampung Simpang Layang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Pasalnya, menurut Muhammaddinsyah ada larangan penjualan getah pinus keluar dari daerah Aceh, sesuai dengan instruksi Gubernur Aceh itu bernomor 03/INSTR/2020 tanggal 20 maret 2020.

“Jadi, kita berharap penegak hukum dapat mengungkap dugaan upaya penjualan getah pinus keluar daerah,”tegas Muhammaddinsyah kepada awak media melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Juni 2022.

Selain itu, polisi juga harus menyelidiki darimana sumber getah pinus tersebut. jika ternyata dari Aceh Tengah, maka perbuatan membawa getah pinus keluar daerah melanggar Peraturan Bupati Aceh Tengah nomor 13 tahun 2020 tertanggal 03 April 2020 tentang larangan membawa komoditi bahan mentah getah pinus ke luar daerah Kabupaten Aceh Tengah. Tambahnya.

Hal ini justru bisa jadi pukulan telak bagi pemerintah Aceh dan penegak hukum. Sebab, dugaan pelanggaran moratorium bersama melalui Instruksi Gubernur soal larangan penjualan getah pinus terungkap karena musibah kecelakaan.

Jika tidak terjadi kecelakaan, maka bisa saja truk pembawa getah pinus tersebut lewat ke luar daerah.

Aktivis Aceh Tengah, Badri Linge mengungkapkan hal yang senada, bahkan ia mendesak pihak Polres Bener Meriah menahan getah pinus yang keluar dari Aceh itu.

Karena jelas-jelas Gubernur Aceh telah mengeluarkan Instruksinya  No: 03/INSTR/2020. Tentang moratorium getah pinus. Namun, masih saja ada oknum yang mengangkanginya.

Badri menduga,  bahwa getah tersebut akan dibawa ke medan untuk dijual secara tersembunyi. Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak Kapolres Bener Meriah agar menahan barang bukti untuk menindak lanjuti siapa dalang dari semua itu karena penjualan ke luar Provinsi Aceh telah melanggar instruksi gubernur.

“Selain melanggar Instruksi, pemain dan penjual getah pinus ini telah merugikan pendapatan daerah,” tutup Badri

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bener Meriah, AKP Dewi Yulidar menyebutkan pinus itu akan dibawa ke Medan Sumatera Utara.

"Saat ini kami fokus ke evakuasi truk, agar arus lalu lintas jalan nasional Bireuen-Takengon lancar,"pungkasnya.[]

Komentar

Loading...