Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Lagi-Lagi Kasus COVID-19 di Aceh Bertambah, 8 Positif Satu Negatif

ISTIMEWAJuru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)
A A A

BANDA ACEH -Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kembali merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh.

Hal itu ia sampaikan berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid- 19 kabupaten/kota, per tanggal 07 Agustus 2020, pukul 19.00 WIB.

SAG melaporkan jumlah kasus Covid-19 di Aceh secara akumulatif mencapai 545 orang, yakni sebanyak 384 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan, sudah sembuh 141 orang, dan meninggal dunia 20 orang.

Sedangkan kasus baru Covid-19 yang dilaporkan pada hari ini sebanyak 8 orang yakni 2 orang warga Aceh Timur, Banda Aceh, Aceh Besar, dan warga Kota Lhokseumawe, masing-masing 1 orang.

Sedangkan 3 orang lainnya adalah warga dari luar daerah (Aceh), yang salah satu warga luar daerah itu meninggal dunia.

Selain itu, kata SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 3 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.363 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.332 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 31 orang masih dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), ada 151 kasus.

Dari jumlah itu 9 pasien masih dalam penanganan tim medis, namun 5 orang telah meninggal dunia dan 137 lainnya telah sehat.

Masih kata SAG, virus corona telah menginfeksi segala usia di Aceh. Orang tua, remaja, Balita, hingga bayi. Bahkan tenaga medis pun tak luput dari serangan wabah mematikan ini.

SAG pun menghimbau masyarakat untuk lebin disiplin. 'Mari lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan panik tapi tetaplah waspada.” imbuh SAG.

Rubrik:KESEHATAN

Komentar

Loading...