Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Amal Hasan menjadi narasumber peHTem edisi Senin 10 Mei 2021 Episode 37 Tahun ke 2 dengan Tema: Sahuti Kebutuhan Masyarakat, Bank Aceh Luncurkan Kartu Debit yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

KPK Tahan Pihak Swasta Terkait Korupsi Proyek Multiyears

JawaPos.com Ilustrasi: Penyidik KPK
A A A

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Komisaris PT Arta Niaga Nusantara, Handoko Setiono dan Direktur PT Arta Niaga Nusantara, Melia Boentaran.

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek multiyears peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil, Bengkalis tahun anggaran 2013-2015.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar menyampaikan, kedua tersangka ditahan di dua rutan berbeda untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 5 – 24 Februari 2021. Handoko ditahan di Rutan Pomdam Jaya, sementara Melia ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan para tersangka masing-masing selama 20 hari terhitung terhitung sejak 5 Februari 2021 sampai dengan 24 Februari 2021,” kata Lili di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/2).

Sebelum mendekam di rumah tahanan KPK, kedua tersangka menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Gedung KPK Kaclin C1. Hal ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Sebagai upaya untuk tetap mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, maka para Tersangka akan terlebih dahulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1,” pungkas Lili.

Perkara ini turut menjerat Bupati Bengkalis Amril Mukminin, yang diduga menerima suap sebesar Rp 5,6 miliar dari PT Citra Gading Asritama terkait dengan proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Kasus itu adalah pengembangan dari dugaan suap proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 yang menjerat tiga orang tersangka.

Mereka adalah Kadis PU Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015 Muhammad Nasir yang juga PPK, Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar dan Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur. Dalam kasus itu, diduga kerugian negara mencapai Rp 80 miliar.

Sumber:JawaPos.com
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...