Israel melancarkan gempuran udara ke sejumlah sasaran militer di Jalur Gaza pada Jumat (16/4) sebagai balasan atas serangan roket yang diduga diluncurkan Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sejumlah jet tempur dan helikopter serang "menghantam lokasi pembuatan senjata, terowongan penyelundupan senjata, dan pos militer Hamas." "Kami tidak akan membiarkan setiap ancaman terhadap warga sipil Israel," demikian pernyataan IDF seperti dikutip AFP.

KPH III Aceh Telah Surati Oknum Anggota Dewan Terkait Pembalakan Liar

VivaIlustrasi
A A A

BENER MERIAH - Dugaan Pembalakan Liar di Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah masih dalam tahap proses penyelidikan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala KPH III Aceh, Amri S Hut M Si kepada media melalui sambungan selulernya, Rabu (24/02/2021).

Amri menjelaskan, pihaknya telah mengundang beberapa oknum untuk dimintai keterangan terkait dugaan pembalakan liar di kecamatan Syiah Utama, termasuk diantaranya Oknum Anggota DPRK.

"Kami sudah mengundang (Oknum anggota DPRK) demi kepentingan penyelidikan tapi mereka belum memenuhi undangan dengan berbagai alasan,"ungkapnya.

Amri menambahkan, dirinya justru bertemu dengan beberapa oknum anggota DPRK tersebut di salah satu warung kopi di Takengon Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (17/02/2021) lalu saat berkunjung ke Takengon.

"Saya berdiskusi soal hutan dengan Anggota DPR-RI komisi IV yang membidangi Kehutan, Bapak Muslim. berkebetulan saat itu ada beberapa rekan-rekan anggota DPRK yang telah kita undang untuk memberikan keterangan terkait pembalakan liar di Syiah Utama ikut hadir,"kata Amri.

Saat ditanyai apakah dalam pertemuan tersebut membahas soal pembalakan liar di Syiah Utama, Amri menjawab pertemuan tersebut hanyalah sekedar diskusi tentang hutan di Bener Meriah.

"Teman teman dari KPH III Aceh berdiskusi bersama Pak Muslim (Komisi IV DPR RI), kawan kawan dari DPRK Bener Meriah, terkait persoalan pembalakan liar Kawasan hutan di Bener Meriah secara umum,"ungkapnya.

Amri menegaskan, pihaknya akan tetap menunggu kehadiran pihak-pihak yang telah di undang untuk di mintai keterangan.

"Kita menunggu seminggu lagi, datang atau tidak berkas akan tetap kita limpahkan ke DLHK Aceh,"tutupnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...