Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Koperasi Konvensional Wajib Beralih ke Syariah

Bimtek Koperasi Syariah
A A A

BENER MERIAH - Koperasi konvensional yang selama ini beroperasi di Aceh, termasuk Bener Meriah, siap-siap berbenah diri untuk beralih ke sistem syariah. Nantinya proses peralihan dan jalannya koperasi pun akan mendapat pantauan dari lembaga pengawas syariah.

Perubahan pelaksanaan sistem koperasi di Aceh tersebut merupakan konsekuensi dari berlakunya Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Hal tersebut dilaporkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan, Hasra, yang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Perubahan Koperasi Konvesional ke sistem Syariah di Banda Aceh sejak Senin, 5 April hingga 7 April 2021.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, yang diwakili Amiruddin, selaku Sekretaris Dinas koperasi dan UKM.

Bimtek tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas pengurus/pengelola koperasi kabupaten/kota se-Aceh.

"Pada Pasal 65 Qanun LKS menyebutkan bahwa lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh, wajib berprinsip syariah. Tenggang waktu peralihan ke syariah paling lama tiga tahun sejak Qanun LKS diundangkan," kata Hasra.

Berdasarkan data yang telah diinventarisir, terdapat lebih kurang 253 unit koperasi. Hanya 104 unit koperasi yang aktif dari jumlah tersebut.

Sementara yang telah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) baru 10 unit, dan yang telah memiliki sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) hanya 23 Unit.

Melihat kondisi ini, kata Hasra, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bener Meriah terus berbenah untuk kelancaran peralihan dan berjalannya koperasi syariah di Bener Meriah.

Hasra berharap semua pihak atau stakeholder yang terlibat, bekerja sama membenahi yang perlu dipersiapkan bahan dan diperbaiki mekanisme koperasinya.

"Kita memulainya dengan menyatukan persepsi kepada seluruh pengurus koperasi. Kita akan continue mendorong koperasi melakukan RAT dan bersama membenahi dan mengevaluasi progress peralihan koperasi konvensional ke koperasi syariah," tutup Hasra.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...