Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Kopdarlis Dilatih Tata Kelola Destinasi Pariwisata

BULKHAINI.
A A A

ACEH UTARA - Untuk meningkatkan tata kelola destinasi pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Aceh Utara menggelar pelatihan tata kelola destinasi pariwisata di Gedung Hasbi As Siddiqi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta terdiri dari kelompok wisata "KOPDARLIS" yang dibetuk setiap tempat wisata yang ada di Aceh Utara.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber yang berkompeten, seperti Dr Rasyidin dan Dr Andrea Sulfa dari Universitas Malikussaleh (Unimal).

"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pemahaman tentang pengetahuan tata kelola destinasi pariwisata, dalam menunjang perekonomian warga di daerah lokasi wisata,"kata Kadisporapar Aceh Utara Mawardi kepada wartawan, Selasa (25/8/2020)

Dikatakannya, dalam mengembangkan pariwisata di Aceh Utara, pihaknya mengklaborsi dengan sejumlah Universitas ternama di Aceh, diantaranya Unimal, Politeknik, dan IAIN Malikussaleh.

"Pelatihan ini diperuntukkan untuk warga yang memiliki destinasi wisata di Desa. Karena, pengembangan kepariwisataan tidak terlepas dari kemampuan tata kelola secara baik,"ujar Mawardi.

Mawardi juga menyampaikan, Aceh Utara merupakan kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata yang harus dikembangkan, sehingga harus betul-betul dikembangkan dan dikemas agar bisa menjadi daya tarik wisatawan, tentu mendatangkan pendapatan bagi masyarakat.

"Dengan diberikan pelatihan ini dapat membantu warga atau desa dalam mengelola wisata agar dapat memahami tata kelola pariwisata serta kontribusinya untuk perekonomian," ungkap Mawardi.

Mawardi menyebutkan, Potensial wisata di Aceh Utara yaitu, makam Malikussaleh yang merupakan wisata sejarah Islam pertama di Nusantara dan di Asia Tenggara, kemudian rumah Cut Mutia dan wisata gunung salak yang sangat potensi dengan panorama yang begitu indah serta sejumlah tempat wisata lainnya.

"Kita berharap dengan pelatihan ini dapat menambah ilmu bagi warga dalam pengelola objek wisata, sehingga dapat meningkatkan tata kelola destinasi kepariwisataan di masing-masing destinasi," tandas Mawardi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...