Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Program Stikerisasi

Konsumsi BBM Subsidi Belum Tepat Sasaran

HT ANWAR IBRAHIMPengisian BBM
A A A

BANDA ACEH - Program pemasangan stiker sebagai identitas kendaraan yang berhak mengkonsumsi BBM subsidi, terus bergulir.

Namun salah seorang pelanggan (pengguna BBM) Sulaiman BA menyayangkan, program pemasangan stiker yang tujuan awal cukup baik, tapi dalam pelaksannan di lapangan justeru masih belum tepat sasaran.

"Kita lihat di SPBU banyak mobil tahun terbaru dan mewah ikut ditempeli stiker BBM subsidi, jadi kita lihat tidak tepat sasaran," kata pemilik mobil tahun keluaran 2005 ini, Kamis (3/9/2020).

Sebaliknya dari pernyataan Sulaiman. Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo mengatakan, pemasangan stiker sebagai identitas bagi kendaraan yang berhak menerima BBM subsidi.

Program ini bertujuan agar peruntukan BBM tepat sasaran bagi yang berhak mengkonsumsi BBM dan saat ini sudah mulai menunjukkan dampak positif.

Diungkapkan, program konsumsi BBM melalui stiker ini, keseluruhan biayanya ditanggung oleh Pertamina.

"Biaya cetak stiker, sosialisasi dan edukasi melalui media massa dan media sosial, maupun teknis di lapangan, tidak menggunakan dana APBA," kata Roby.

Dia menuturkan, memasuki minggu ketiga pelaksanaan program, total 121.326 stiker telah ditempel di berbagai kendaraan. Sejumlah 53.701 ditempel di kendaraan berbahan bakar Premium. Sedangkan stiker Solar dipasang di 67.625 kendaraan.

Sejauh ini katanya dampak positif program, makin kentara. Penyaluran BBM subsidi Solar dan Premium, makin lancar. Karena hanya kendaraan yang ditempel stiker yang dapat mengisi Premium dan Solar. Alhasil mengurangi antrian di SPBU.

Konsumsi Solar dan Premium juga, kini makin terarah tepat sasaran. Ini diindikasikan dari semakin berkurangnya komposisi produk Solar dan Premium dibanding produk BBM berkualitas.

Konsumsi Pertamax meningkat dari 12,9% menjadi 14,4 persen

Sebelum program, komposisi konsumsi Premium di Aceh mencapai 26,6 persen dari total konsumsi BBM jenis bensin. Setelah program dijalankan, komposisinya turun menjadi 25,4 persen. Sebaliknya, komposisi konsumsi Pertamax meningkat dari 12,9 persen menjadi 14,4 persen setelah program.

"Kami tengarai, perubahan komposisi konsumsi ini terjadi karena kendaraan-kendaraan mewah tidak bersedia ditempel stiker. Sehingga beralih menggunakan Pertamax," kata Roby.

Di sisi BBM diesel juga menunjukkan tren serupa. Porsi konsumsi Solar turun dari sebelum program 98,3 persen, menjadi 97 persen setelah penerapan program. Kebalikannya, komposisi konsumsi Dex naik dari sebelumnya 1,4 persen menjadi 2,7 persen setelah program.

Roby menegaskan, program stiker ini tidak berarti pengurangan penyaluran Premium dan Solar.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina tetap menyalurkan Solar dan Premium sesuai amanah dan kuota pemerintah. Program ini bukan mengurangi, namun memastikan penyaluran BBM tepat sasaran kepada yang lebih membutuhkan," tuturnya.

Pertamina akan terus memonitor dan mengawasi penerapan program ini di lapangan.

"Kami menerima segala masukan dan kritik konstruktif dari semua pemangku kepentingan. Agar tujuan utama dari program yaitu BBM subsidi tepat sasaran, bisa kita capai bersama," pungkas Roby Hervindo.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...