Wakil Sekretaris IDI Wilayah Aceh Pusdikkes Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr. Masry, Sp.An-TI, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 25 September 2023 episode ke 11 Tahun ke IV dengan tema: Mengungkap Peredaran Tramadol di Aceh, Benarkah Apoteker bermain? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS Jangan lupa like share comment and subscribe.

Konflik Gajah Liar dengan Warga Kampung Negeri Antara Tak Kunjung Usai

IMG_20230604_113706
A A A

ACEHIMAGE.COM – Konflik gajah liar dengan masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah khususnya masyarakat Kampung Negeri Antara tak kunjung selesai.

Kendati, sejumlah solusi sudah diupayakan biak dari pihak pemerintah Aceh melalui BKSDA, Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah, dan masyarakat setempat.

Namun, hingga saat ini kawanan gajah liar itu masih berkeliaran di pemukiman dan telah merusak sejumlah tanaman warga negeri antara.

Reja Kampung (Kepala Desa) Negeri Antara, Riskanadi mengatakan, kemarin malam gajah liar kembali masuk ke pemukiman warga dan telah merusak kebun sawit warga.

“Sebanyak tiga ekor gajah liar sudah sering keluar masuk ke pemukiman warga Kampung Negeri Antara, bahkan kemarin malam gajah liar itu kembali merusak pohon sawit warga,”kata Riskanadi kepada media ini. Minggu, 4 Juni 2023.

Beberapa waktu lalu, kata Riskanadi, sebanyak tiga ekor gajah jinak di datangkan dari Sare Aceh Besar untuk menggiring gajah liar itu. Namun, gajah liar itu sangat pintar setelah gajah jinak itu berhenti menggiringnya hewan bertubuh besar itu kembali ke pemukiman warga.

Menurutnya, tim BKSDA Aceh pada 1 Juni yang lalu berencana memulangkan tiga ekor gajah jenak ke Sare milik Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sare. Namun, warga menghadang gajah jinak itu dipulangkan sebab sejauh ini pengiringan yang mereka lakukan belum berhasil. Ujar Riskanadi.

“Warga melakukan penghadangan proses pemulangan gajah jinak itu, karena warga berharap pihak BKSDA Aceh menyelesaikan proses penggiringan gajah liar dari kampung Negeri Antara ke daerah tran lokasi di Sayeng,” ungkapnya.

Dijelaskan Riskanadi, mereka menghentikan pengiringan karena dokter hewan yang mendampingi pengiringan pulang ke Banda Aceh. Namun, warga menahan tiga ekor serta para pawang gajah sebelum proses pengeringan tuntas.

“HIngga saat ini, kita masih menahan tiga ekor gajah jinak itu di Kampung Negeri Antara. Mereka akan kembali melakukan pengiringan dalam beberapa waktu hari kedepan setelah dokter hewan itu datang,” jelas Riskanadi.

Untuk mengantisipasi gajah liar itu merusak tanaman warga, warga Negeri Antara sudah memasang kawat listrik di kebun masing-masing. Kendati sudah dipasang, gajah liar itu kembali masuk ke pemukiman warga karena gajah liar itu sudah pandai merebahkan tiang penyangga dan gajah itu kembali masuk ke kebun warga memakan tanaman yang ada.

Selain kawat listrik milik warga, Pemerintah juga telah membuat parit isolasi dan juga telah memasang kawat kejut. Tetapi kawanan gajah liar itu masih leluasa keluar masuk pemukiman warga.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut, larut akan menambah deretan daftar masyarakat miskin di daerah ini sebab, setiap tahun tanaman warga selalu dirusak kawanan gajah liar.

Kami berharap ada penyelesaian yang konkrit yang dilakukan pemerintah Aceh dalam menangani konflik satwa yang dilindungi itu dengan masyarakat Pintu Rime Gayo. Pintanya

Komentar

Loading...