Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Kompas-Buss Tolak Pembangunan Rumah Adat Kebudayaan Pakpak Suak Boang

metropolis.idPeletakan batu pertama Pembangunan Rumah Adat Kebudayaan Pakpak Suak Boang
A A A

Dulu 12 November 2019 kami sudah pernah melakukan aksi penolakan di Banda Aceh, dulu namanya masih Pusat Kebudayaan Pakpak

Hasmauddin Lembong Ketua Komunitas Penyelamat Sejarah Budaya Suku Singkil

BANDA ACEH - Ketua Komunitas Penyelamat Sejarah Budaya Suku Singkil (Kompas - Buss) Hasmauddin Lembong menolak pembangunan Rumah Adat Kebudayaan Pakpak Suak Boang dengan menggunakan APBK Kota Subulussalam.

Hasmauddin menilai Pembangunan Rumah Adat Kebudayaan Pakpak Suak Boang itu tidak elok untuk dibangun di Kota Subulussalam, karena katanya Subulussaalam adalah masyarakat dengan meyoritas suku Singkil yang merupakan suku asli tempatan. Dan pembangunan itu juga menurutnya mencederai silaturahmi antar sesama suku yang selama ini rukun bergandengantangan membangun Kota Subulussalam.

Ia juga mengingatkan kepada Walikota Subulussalam untuk hati - hati bermain di ranah adat dan budaya, apalagi Kota Subulussalam sebagai daerah perbatasan Aceh - Sumut tentu sangat rentan terjadinya konflik baik tentang agama, suku dan ras.

"Sebab Kabupaten Aceh Singkil sudah mengalami hal demikian yaitu peperangan antar agama dengan terbakarnya sebuah gereja. Jadi menurutnya kalo pun tetap ngotot membangun gedung itu alangkah indahnya di bangun di Kabupaten Pakpak Bharat saja, jadi kita aman dan damai,"kata Hasmauddin dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/12/2020).

Selain itu, kata dia pihak Sanggar Seni Syekh Hamzah Fansuri Banda Aceh (S2-ShaF) juga sudah melayangkan surat ke Gubernur Aceh dan Majelis Adat Aceh (MAA), hal itu dilakukan untuk meluruskan sejarah serta agar terhindar dari konflik horizontal, mengingat Rumah adat Kebudayaan Pakpak Suak Boang Subulussalam yang berlokasi di Jalan Telaga Biru Indah Desa Suka Makmur akan segera dibangun. Hal itu dibuktikan dengan peletakan batu pertama oleh Dyah Erti Idawati, pada Kamis (19/11/2020).

"Dulu 12 November 2019 kami sudah pernah melakukan aksi penolakan di Banda Aceh, dulu namanya masih Pusat Kebudayaan Pakpak, lalu sekarang di ganti dengan nama Pembangunan Rumah Adat dan Kebudayaan Pakpak Suak Boang yang di prakarsai oleh Yayasan Pakpak Suak Boang Indonesia (YPSBI), waktu itu kami juga sudah bertemu Walikota Subulussalam di hotel Medan pasca aksi itu, disitu kami meminta Walikota tidak mengucurkan anggaran dari APBK untuk pembangunan Pusat Kebudayaan Pakpak dan kami meminta beliau untuk lebih fokus pada sektor pendidikan dan ekonomi, alhasil pada waktu itu kami sepakat,"jelasnya.

Sementara Wali Kota Subulussalam Haji Affan Alfian Bintang yang dikonfirmasi oleh acehimage.com hingga kini belum tersambung, pesan WhatsApp yang dikirim belum mendapat balasan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...