Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Nasir Nurdin, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 6 Desember 2021 episode 31 Tahun ke II dengan tema: Setelah Berhasil Direbut, Mau dibawa Kemana PWI Aceh?, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Memanfaatkan Tanah Wakaf

KKN Kelompok 040 Unimal Laksanakan Program Penghijauan

For acehimage.comKKN PPM Kelompok 040
A A A

BENER MERIAH – Memanfaatkan tanah wakaf Kampung Lampahan Barat, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM ) Universitas Malikussaleh (Unimal ) Kelompok 040 tanam pohon alpukat dan pinang. Selasa, 9 November 2021.

Pelestarian alam atau penghijauan yang dilakukan KKN PPM kelompok 040 tersebut, sebagai suatu upaya untuk pencegahan terjadinya bencana alam, seperti longsor, banjir. Selain itu dapat lokasi yang terbengkalai itu akan terlihat indah jika tanaman itu sudah tumbuh.

"Disini kami hanya ingin memanfaatkan lahan yang ada sebagai penghijauan dan juga yang menghasilkan bagi masyarakat setempat kedepannya,” kata Ruhdi Sahara ketua kelompok 040 KKN, melalui rilisnya.

Ruhdi merincikan, pihaknya yang dibantu aparatur Kampung dan warga setempat menanam tanaman tua, diantaranya 20 pokok pohon alpukat, dan 30 pinang. Dengan harapan tanaman yang ditanam tersebut menjadi income pemuda setempat untuk beberapa tahun kedepannya karena mereka nantinya sebagai pengelola.

"Semoga tanaman ini tidak hanya semata karena program kami, melainkan juga harus dirawat atau dilanjutkan sampai saatnya menghasilkan," pintanya.

Dijelaskan Ruhdi, bibit yang mereka tanam tersebut difasilitasi oleh aparatur Kampung Lampahan Barat, yang berasal dari penangkaran bibit pribadi warga setempat.

Program penghijauan yang dilakukan Mahasiswa Unimal tersebut, diapresiasi Dosen pembimbing lapangan, dr Elidar,

"Semoga dengan kegiatan ini mahasiswa saya tidak hanya memikirkan program jangka pendek, mereka juga lebih berfikir kedepannya meskipun mereka hanya KKN di desa tersebut selama sebulan," pungkas Elidar.

Sementara itu, Syahrin Reje (Kepala kampung ) Lampahan Barat, mengatakan, lahan yang digunakan oleh mahasiswa itu untuk program penghijauan adalah merupakan tanah wakaf milik kampung, yang semula direncanakan untuk pemakaman umum. Namun, karena lokasi pekuburan sudah ada maka tanah ini dikelola oleh aparat Kampung.

“Sudah cukup lama lahan ini terbengkalai, sebab tidak ada lagi masyarakat yang mau bercocok tanam di lahan tersebut. Karena mayoritas masyarakat disini memiliki lahan pribadi,” sebut Reje kampung itu.

Sedangkan, Sukri pemilik penangkaran bibit juga sangat mendukung program penghijauan oleh mahasiswa tersebut. "Kegiatan ini sangatlah bagus bagi kami, maka dari itu kami hanya bisa bantu mereka dari segi bibitnya, meskipun tidak banyak semoga bisa terbantu," pungkasnya.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...