Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Amal Hasan menjadi narasumber peHTem edisi Senin 10 Mei 2021 Episode 37 Tahun ke 2 dengan Tema: Sahuti Kebutuhan Masyarakat, Bank Aceh Luncurkan Kartu Debit yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Kisah Taubat Seniman Mesir Mahmoud Al Jundi

Ilustrasi
A A A

JAKARTA - Setiap orang memiliki jalan yang berliku untuk mencari kebenaran terutama kebenaran Tuhan. Begitu juga dengan seorang seniman terkenal asal Mesir Mahmoud Al Jundi.

Namun hal ini merupakan ujian keimanan bagi setiap hamba-Nya. Termasuk Al Jundi yang menjadi atheis sebelum dia benar-benar bertaubat.

Tahun ini merupakan peringatan kedua setelah Al Jundi kembali kepada Allah SWT pada 11 April 2019, pada usia 74 tahun. Selama hidupnya Al Jundi memiliki perpustakaan yang penuh dengan buku-buju ateis.

Dalam satu wawancara televisinya bahwa dia pernah menjauh dari Tuhan di beberapa titik dalam hidupnya dan mulai tak mempercayai agama. Awal dari pemikiran ateisnya setelah dia membaca buku Hurub Ad-Daulah Ar-Rasuli karya seorang filsuf Sayid Al Qumni.

Setelah membaca buku tersebut Al Jundi mulai meragukan hadits Nabi dan dalam biografinya. Namun Al Jundi menegaskan bahwa dia bukan ateisme, tetapi hanya menjauh dari jalan Tuhan.

Dalam buku Hurub Ad-Daulah Ar-Rasuli itu, menyajikan pemikiran Sayid al-Qumni tentang pertempuran yang diperjuangkan negara Islam versi Madinah sejak awal selama berdirinya di era Nabi Muhammad SAW. Selama pertempuran era nabi, buku tersebut menjelaskan justru perang tersebut menimbulkan konflik baru.

Karena negara harus tetap berlanjut dan perlu mempertahankannya sehingga negara yang telah dipimpin Muslim pun akan tetap terus berhadapan dengan musuh di sekitarnya.

Buku ini juga memaparkan tahapan-tahapan dakwah Islam, dan bagaimana dia beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dalamnya dan berbagai sebab dan akibat. Sehingga buku tersebut mengundang kontroversi di tengah umat Islam.

Namun sikap menjauh Al Jundi terhadap Islam tidak lama. Kebakaran yang menghanguskan rumahnya membuat dia berpikir ulang bahwa Allah SWT sedang memperingatkannya. Terutama ketika perpustakaan yang penuh dengan buku-buku ideologis hangus terlalap api.

“Saya menemukan bagian yang terbakar parah adalah bagian dari buku-buku ateisme, kemudian sebuah percikan muncul di benak saya yang mengingatkan saya akan apa yang terjadi,"ujar dia.[]

Sumber:Republika
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...