Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Tampung Aspirasi Warga

Keuchik Siap Taruhkan Jabatan Jika Keramba dan Kios di Waduk Digusur

Foto: Keuchik Pusong Lama Kaharuddin.
A A A

LHOKSEUMAWE - Warga Gampong Pusong Lama Kecamatan Banda sakti melakukan protes terkait Surat Perintah dari Pemerintah Kota Lhokseumawe perihal pelarangan melakukan budidaya ikan di dalam waduk pusong dengan Nomor : 523/1322/2021 yang ditujukan kepada Geuchik Pusong Lama.

Surat larangan tersebut dinilai telah merusak mata pencarian masyarakat pusong. Dimana ratusan warga pusong mendatangi Kantor Keuchik (Kepala Desa) Jum'at 26 November 2021, Guna untuk menyampaikan aspirasi kepada Kepala Desa, agar Pemko Lhokseumawe dapat meninjau kembali perihal tersebut.

Masyarakat pusong lama mendatangi Kantor Geuchik menyampaikan Perihal penolakan penertiban Keramba dan Kios di Waduk. Jum'at 26 November 2021.

Keuchik Pusong Lama Kaharuddin kepada media acehimage.com mengatakan, ia siap menampung aspirasi masyarakat dan akan melakukan koordinasi dengan muspika plus menyangkut surat larangan pemerintah kota Lhokseumawe untuk pemindahan keramba dan kios di waduk. Karena masyarakat pusong tidak ingin di gusur atau dipindah.

"Karena disitu adalah faktor ekonomi masyarakat, kalau misalnya pun itu terjadi dipindahkan, maka bagaimana dengan nasib masyarakat saya, karena para ibu-ibu dan bapak-bapak maupun nelayan, mata pencarian disitu," terang Keuchik. Jum'at 26 November 2021.

Ia menambahkan, seharusnya pemerintah harus memperhatikan kondisi masyarakat, apalagi dimasa pandemi sekarang. Karena Presiden Jokowi disuruh lakukan peningkatan ekonomi PKKM. Sementara ini menciptakan tidak ada tempat bagi masyarakat untuk bekerja atau pengangguran.

"Maka Alangkah sedihnya, kadang-kadang dalam satu keluarga ada anak lima, ada yang sekolah dipesantren, tapi dengan adanya usaha jualan atau keramba di dalam waduk, maka insyaallah bisa menutupi ekonomi keluarganya,"ujar Kahar.

Untuk itu, maka Keuchik berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan masyarakatnya, jangan dilakukan seperti ini, karena mereka juga manusia, punya makan dan punya anak.

"Maka saya minta kepada pemerintah tolong bantu masyarakat saya untuk mencari nafkah disitu, jika misalnya kalo ada tempat yang tidak teratur, akan kita atur, maka kami mohon terlebih dahulu kepada pemerintah untuk memanggil pihak gampong untuk bermusyawarah atau berdiskusi, jangan cara seperti ini, langsung menyurati sama Keuchik." katanya.

Dijelaskannya, seolah-olah dinilai masyarakat, pihak keuchik tidak mendukung mereka. Dalam hal ini Ia mengaku telah berjumpa dengan camat untuk meminta supaya menemui masyarakatnya dan mendengar aspirasi mereka.

"Masyarakat tidak mau dilakukan pemindahan karena tidak ada lokasi keramba lain yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat, sebab didalam waduk itu ada ikan mujahir, jadi kalau pun dipindahkan ikan peliharaan dikeramba tidak bisa hidup, kecuali pemerintah menyediakan dulu tempat lain seperti itu, begitu juga dengan tempat jualan mau direlokasikan kemana?, kalu tidak, maka akan menambahkan pengangguran," jelasnya.

Adapun upaya pemerintah melakukan pembinaan kepada masyarakat pusong lama budidaya ikan keramba, itu hanya untuk 60 orang saja. Tentunya tidak cukup, sementara masyarakat pemilik keramba disitu lebih kurang 350 orang. Bantuan kerampa itupun bukan diberikan kepada para masyarakat pemilik keramba yang ingin digusur tersebut.

Karena apabila diwaduk itu tidak ada orang yang berjualan, situasi itu juga kita kwatirkan dijadikan sebagai tempat orang orang yang tidak bertanggung jawab, seperti perzinahan, bahkan perampokan juga bisa saja disitu terjadi. Maka kepada pemerintah kami minta untuk memberikan solusi terbaik." ujarnya.

Siap Taruhkan Jabatan

Menurutnya, kebijakan pemerintah seperti mengundang masalah bagi aparatur desa, karena seakan-akan dinilai oleh masyarakat, aparatur gampong, mendukung penuh pemerintah untuk memacetkan ekonomi mereka.

"Saya demi masyarakat rela korbankan jabatan dari pada membiarkan masyarakat saya kelaparan." pungkasnya.

Sementara Camat Banda Sakti Heri Maulana, menindak lanjuti surat walikota Lhokseumawe terkait pelarangan melakukan budidaya ikan di dalam waduk yang ditujukan kepada muspika beserta para Keuchik yang mana di dalam point tersebut menyebutkan pelarangan masyarakat memamfaatkan waduk untuk budidaya dan membongkar keramba yang berada di dalam waduk serta pendataan terkait upaya pembinaan.

Dimana Muspika bersama Satpol-PP, UPTD waduk beserta DKPP telah menyampaikan beberapa kali teguran untuk segera membongkar, terakhir muspika juga menyampaikan pemberitahuan menggunakan toa dengan berkeliling waduk untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk segera memanenkan dan membongkar keramba yang berada di dalam waduk dikarnakan akan di lakukan penertiban.

"Setelah kita tertibkan, masyarakat akan di bina oleh pemerintah dengan membentuk kelompok  dan akan di berikan fasilitas dan bibit untuk budidaya secara berkelanjutan dan di bina."katanya.

Sesuai permintaan masyarakat tambah Camat, ia akan melakukan diskusi dengan masyarakat pusong pada pekan depan sebelum pihak pemerintah melakukan pembongkaran.

Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Drs Marzuki mengatakan, pihaknya belum ada informasi lebih lanjut atau rapat terkait penertiban keramba atau kios di waduk tersebut. Ia hanya mengetahui soal surat dari Walikota kota saja.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...