Kini Ditahan di Rutan Kelas IIB Tapaktuan

Keuchik dan Bendahara Gampong Jambo Dalem Diduga Selewengkan Dana Desa

MUHAMMAD THAISIRKonferensi pers
A A A

ACEH SELATAN – Keuchik Desa Gampong Jambo Dalem Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan, berisial MZ (53) telah melakukan penyelewengan Dana Gampong di tahun Anggaran 2016 lalu.

Penyelewengan tersebut diduga Tindak Pidana Korupsi dilakukan bersama Bendahara Gampong Inisial MU (46) dengan cara tidak merealisasikan dan tidak sesuai APBG / APBGP yang  mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp250.010.831,-

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala  Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Bakongan Aceh Selatan Rahmat Nur Hidayat SH kepada Wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) di Tapaktuan, Rabu (19/02/2020) sore.

Dalam konferensi Pers ini turut hadir kedua tersangka MZ dan MU yang didampingi pengacaranya M Nasir SH dan Murdani SH serta anggota DPRK Aceh Selatan Adi Samridah SPdi dari Partai Aceh.

Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Gampong jambo Dalem ini dengan pagu anggaran Rp998 Juta lebih yang diusut oleh pihak Cabjari Bakongan dan ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 27 Agustus 2018.

“Karena kita menunggu lagi hasil audit dari Inspektorat Aceh Selatan, maka baru sekarang kita ungkapkan yang dikeluarkan LHPKKN dengan nomor 700.04/01m tanggal 02 januari 2020”. Sebut Rahmat Nur Hidayat.

Penyelewengan tersebut yang ditemukan dalam pengerjaan fisik sumber dana Desa tahun 2016 yaitu pengadaan lapangan bola, gapura, pengerasan badan jalan di 2 titik dan saluran irigasi dengan cara pengelembungan (Mark Up) dana, penyalahgunaan dan proyek fiktif.

Akibat dari perbuatannya, Kedua tersangka ini resmi ditahan selama 20 hari kedepan yang dititipkan di rutan kelas IIB Tapaktuan dan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman selama 20 tahun penjara.

“Dalam kasus ini pada kedua tersangka, kami sangat menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah, tapi marilah nanti sama sama kita ikuti proses persidangan yang terbuka untuk umum di Pengadilan Tipikor Banda Aceh," tegas  Rahmat.

Pelimpahan berkas perkara pada tahab dua ini, Jaksa juga menyita uang sebanyak Rp15 Juta yang dijadikan sebagai barang bukti.

Sementara tim pengacara tersangka M Nasir SH dan Murdani SH mengatakan kepada wartawan bahwa penyelewengan dana Desa tersebut kliennya ini masih diduga, benar atau tidak akan dibuktikan nanti di Pengadilan. “Semua barang bukti yang ada di Kejaksaan itu harus diuji di Pengadilan dan kami nanti juga akan mengajukan bukti bukti dan saksi saksi yang meringankan beliau”.

Dalam 2 hari ini M Nasir juga akan melakukan upaya hukum untuk penangguhan penahanan yang ditujukan kepada Kepala Cabjari Bakongan.

Menurut M Nasir kedua kliennya ini koperatif selama dalam penyelidikan di Kejaksaan yang selalu datang pada tepat waktu dan tidak membelit belit dalam memberikan keterangan dan juga karena mereka kepala keluarga yang mempunyai anak masih
kecil-kecil.

“Itu menjadi alasan penting bagi kami untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Secara lisan sekilas kami telah menyampaikan tetapi dari pihak kejaksaan meminta permohonan tersebut secara tertulis," Sebut M Nasir.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...