Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad.

PWI Bener Meriah Tidak Akan Lakukan Pembelaan

SAMSUDDINKetua B PWI Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH - Menyikapi kasus pemberitaan di salah satu Media online terkait dugaan pelanggaran UU ITE  PWI Kabupaten Bener Meriah menyatakan tidak akan melakukan pembelaan terhadap wartawan dan media yang melanggar Kode Etik Jurnalis.

Hal itu disampaikan langsung oleh Mashuri selaku Ketua Balai PWI Kabupaten Bener Meriah Kepada awak media melalui rilisnya, Kamis 7 Oktober 2021

Disebutknya, PWI akan mendukung pihak kepolisian dalam mengusut kasus dugaan tindak pidana UU ITE yang dilaporkan oleh pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) setempat."Kami  PWI Bener Meriah sangat mendukung kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap S diusut tuntas," ujar Ketua PWI Bener Meriah.

Kasus ini katanya akan menjadi pelajaran bagi kawan-kawan wartawan yang lain, agar selalu berhati-hati dan menaati kode etik jurnalistik (KEJ) dalam membuat sebuah berita.“Kita selaku wartawan harus berpedoman kepada KEJ dan tidak boleh langsung menjustice seseorang yang belum terbukti bersalah dan Wartawan harus menganut praduga tak bersalah,” kata Mashuri.

Menurutnya, pemberitaan yang diterbitkan tersebut tidak layak tayang mengingat tidak adanya bukti yang kuat serta konfirmasi dari yang bersangkutan.”Wartawan dituntut untuk mewartakan sebuah berita dengan fakta dan data yang akurat, serta narasumber yang kredibel dan Wartawan juga dituntut untuk membuat sebuah berita yang berimbang atau wajib mengkonfirmasi kepada pihak yang diberitakan itu,” tegasnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, KP dilaporkan pejabat Disik Bener Meriah kepada pihak kepolisian, lantaran KP diduga telah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE ), serta pencemaran nama baik  kepala dinas tersebut.

Dalam berita yang dimuat salah satu media online pada 2 Oktober 2021 lalu dengan judul, “ Kadisdik Bener Meriah Diduga Membeli Rumah Mewah dan Mobil Mewah Menggunakan Dana Gaji Tenaga Honorer”.

Di Berita tersebut KP sebagai narasumber menduga S telah membeli rumah mewah senilai 3,8 miliar dan mobil mewah senilai Rp 600 juta yang bersumber dari dana gaji tenaga honorer.

Bahkan, KP menyebutkan ia telah membentuk tim investigasi untuk membuntuti S ketika berada diluar daerah  guna untuk mengumpulkan bukti kemana saja aliran anggaran gaji honorer  Disdik Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Surya Prabowo SIK melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Bustani saat dikonfirmasi awak membenarkan adanya laporan tindak pidana UU ITE yang diterima pihaknya pada Selasa 5 Oktober 2021 lalu.

“Benar dua hari yang lalu kita menerima laporan dari pejabat jajaran Pemkab Bener Meriah berinisial S, yang melaporkan KP sebagai narasumber terkait pemberitaan, untuk saat ini kita masih mendalaminya,”kata Bustani

Menurut Bustani, substansi yang dilaporkan S atas pemberitaan tersebut mengarah pada menuduh orang berbuat sesuatu atau tidak berbuat sehingga menyebabkan jatuhnya marwah atau martabat seseorang akibat pemberitaan itu.

Di Dalam pemberitaan, lanjut Bustani tentunya ada etika-etika atau kode etik jurnalistik yang harus dipenuhi apakah berita yang diceritakan narasumber itu layak diterbitkan. Untuk itu, kita akan berkoordinasi dengan ahli hukum pidana dan ahli UU ITE.

“Menyangku kasus tersebut, berikan kesempatan kepada kami untuk mendalaminya, sebab, kita akan mengkoordinasikan dengan ahli hukum pidana adan ahli UU ITE,”ujar Bustani

Pun demikian, menyangkut perkara UU ITE ini kita akan melakukan media antara kedua belah pihak untuk berdamai sesuai ketentuan yang ditetapkan.

“Bila nanti tidak ada kesepakatan perdamaian atau titik terang, mohon maaf masalah ini akan kita tindak lanjuti agar tidak terjadi kegaduhan atau kisruh di tengah-tengah masyarakat,”sebut Bustani []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...