Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 1 November 2021 episode 21 Tahun ke II dengan tema: KPK Kembali ke Aceh, Siapa Terjerat Korupsi? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Ketua PWI Aceh Tengah Beri Pemahaman Jurnalistik kepada Siswa

ISTIMEWAPeserta saat mengikut pembelajaran mengenai dasar-dasar jurnalistik di Kantor PWI Aceh Tengah
A A A

ACEH TENGAH - Badan pelaksana LSM Lipga Kabupaten Aceh Tengah melaksanakan Sekolah Kepemimpinan Pelajar, Study Lapangan dan Kongres III yang dilaksanakan di Gedung Of room Sekdakab setempat, Minggu (7/3/2021).

Dari serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh LMS tersebut, salah satunya memberikan pemahaman jurnaslistik kepada para peserta.

Sebanyak 25 peserta yang berasal dari Ketua OSIS Tingkat SMA dan SMK ikut dalam kegiatan tersebut dan menyambangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tengah.

Setiba di Kantor PWI mereka disambut Ketua PWI Aceh Tengah Jurnalisa, kemudian mereka langsung mendapatkan ilmu "kilat " terkait dengan dunia Jurnalistik.

Menurut Jurnalisa, siapapun bisa menjadi Wartawan asal menaati Undang-undang Pers serta menekuni dunia Jurnalistik dengan baik.

"Semua orang bisa menjadi pemimpin tentu dalam menjalankanya semua harus penuh dengan kesabaran dan ketekunan,"kata Jurnalisa.

Dalam kesempatan itu, Wartawan Harian Rakyat Aceh berulang mengajak para peserta didik untuk menekuni pembelajaran sekolah untuk bekal ilmu kedepan.

Sekolah kepemimpinan yang dimotori LSM Lipga, sebagai Direktur Utama Sunardi Gustiawan, telah berjalan beberapa tahun lalu dan selalu menghasilkan kader yang bisa mendidik kedepan.

“Pengkaderan ini tengah kami jalani semoga ada muncul pemikir-pemikir baru di Kabupaten Aceh Tengah kedepan,” harap Gusti panggilan sehari-harinya.

Peserta sekolah kepemimpinan selain mendapatkan ilmu Jurnalistik, dalam beberapa hari kebelakang juga mendapatkan ilmu dari Lembaga DPRK serta Polres setempat.

Harapan Gusti kedepan generasi Gayo terus mendapatkan tempat di tengah-tengah persaingan global yang kian ketat. “Semua harus kita tempah dari dasar, agar nanti mereka lepas di dunia nyata perkuliahan mereka bisa beradaptasi,” kata Gusti.

Setelah mendapatkan ilmu dasar kewartawanan, pengurus Osis dari berbagai sekolah itu langsung membubarkan diri untuk kegiatan selanjutnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...