Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Ketua DPRK Sebut Pentingnya Pendidikan Diniyah, Benteng Akidah Generasi Muda

FOR ACEHIMAGE.COMKetua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST
A A A

BANDA ACEH — Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengatakan perkembangan media teknologi informasi yang pesat dapat memberikan pengaruh buruk kepada generasi muda jika tidak difilter dengan akidah yang kuat.

“Pengaruh globalisasi ini akan sangat mudah dan diterima oleh generasi muda dan anak didik jika tidak memiliki akidah yang kuat,” kata Farid saat menyosialisasikan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pendidikan Diniyah, di kediamannya di Gampong Beurawee, Kecamatan Kuta Alam, Senin (5/4/2021).

Menurut Farid, dampak buruk dari kerusakan akidah dan iman generasi muda, kelak akan sama-sama dirasakan seperti maraknya perbuatan kriminal, hilangnya nilai moralitas dan solidaritas serta kasih sayang.

“Tentu hal tersebut tidak diinginkan oleh siapa pun. Generasi kita hari ini harus kita selamatkan agar kelak kehidupan kita bersama menjadi lebih baik, lebih damai, dan dalam bingkai syariat Islam,” katanya,

Oleh karenanya, Farid menilai melalui program Diniyah kegiatan keagamaan akan lebih masif dan menjadi bagian dari kegiatan positif yang akhirnya dapat menjauhkan generasi dan anak didik dari perilaku menyimpang.

Politisi PKS ini menjelaskan, Qanun Pendidikan Diniyah adalah Qanun Kota Banda Aceh dengan tujuan untuk memperkuat sekaligus menjadi benteng akidah bagi anak didik selaku generasi penerus bangsa, serta menjadikan mereka sebagai generasi yang beriman dan bertakwa serta beramal saleh.

Ia melanjutkan, qanun ini disusun dan disahkan karena mengingat terbatasnya jam pelajaran agama di sekolah formal, dengan adanya program diniah diharapkan anak didik kemudian mendapat pembelajaran ilmu agama, tentang akidah, akhlak, fiqih, dan praktik ibadah serta ilmu agama lainnya.

Farid berharap, melalui bulan Ramadan ini pihak sekolah, pengurus masjid, dapat mencanangkan segera rangkaian kegiatan keagamaan sehingga selama bulan Ramadan anak didik dapat mengisi aktivitasnya dengan kegiatan yang positif, yang kreatif, dan menyenangkan.

“Qanun ini disosialisasikan kepada para pemuda dan pemudi supaya kita menyadari betul bahwa pemuda merupakan elemen penting dan termasuk dominan dalam masyarakat kita,” tutur Farid Nyak Umar.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...