Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

Kepegawaian Dominan Dilaporkan ke Ombudsman Aceh, 2020 Terima 168 Laporan

ISTIMEWAKepala  Ombudsman Aceh, Taqwaddin
A A A

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh pada tahun 2020 lalu menerima 168 pengaduan dari masyarakat terutama terkait soal maladministrasi.

Berdasarkan data, laporan yang terbanyak di dominasi terkait soal kepegawaian serta laporan terkait pemerintahan desa dan urusan pertanahan.

"Berdasarkan data akhir 2020, laporan yang masuk ke kami sebanyak 168 laporan dugaan maladministrasi," kata Kepala  Ombudsman Aceh, Taqwaddin, Kamis (31/12/2020).

Berdasarkan data sistem informasi penyelesaian laporan (simpel) Ombudsman RI perwakilan Aceh, pengaduan antara lain tentang kepegawaian mencapai 38 laporan (22%), permasalahan desa 24 laporan (14%), pertanahan 20 laporan (12%), pendidikan 12 laporan (7%), kesehatan 10 laporan (6%).

Permasalahan tersebut kata Taqwaddin, yang menjadi top five atau masuk dalam kategori lima besar laporan di Ombudsman Aceh.

"Ini hampir sama dengan Ombudsman Perwakilan lainnya, yang mana laporan terbanyak yaitu kepegawaian, desa, dan agraria," ungkap Taqwaddin.

Kemudian lanjutnya, untuk dugaan maladministrasi terbanyak yaitu penundaan berlarut, selanjutnya penyimpangan prosedur, tidak memberikan layanan, dan tidak patut.

Pemda menjadi terlapor

Untuk instansi yang paling banyak dilaporkan katanya, pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah, kemudian juga pemerintahan tingkat desa.

"Keadaan ini masih sama seperti tahun lalu, yaitu pemda yang menjadi terlapor paling banyak," kata Taqwaddin lagi.

Kepala Ombudsman Aceh ini mengatakan
laporan tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

"Nah ini membuktikan bahwa tingkat kepedulian publik dan kemauan masyarakat melapor sudah lebih baik. Rata-rata pelapor datang secara langsung ke Kantor Ombudsman" ujarnya.

Sementara untuk tingkat penyelesaian laporan, mencapai 91%, sesuai dengan target.

"Alhamdullillah sesuai target, semestinya bisa selesai semuanya atau paling sedikit 98%, namun karena kondisi Covid-19 dan beberapa pegawai Ombudsman sempat terpapar virus sehingga kantor sempat tutup satu minggu dan kemudian masuk dengan sistem shif," tutur Taqwaddin.

Sedangkan untuk 2021, Ombudsman Perwakilan Aceh akan mendorong pemerintah untuk meningkatkan pelayanan bagi pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, ketertiban, dan kesejahteraan sosial.

"Nanti tahun 2021 kita akan mendorong pemerintah untuk mengutamakan pada layanan pendidikan, perumahan untuk dhuafa, dan kesejahteraan sosial.

Hal ini sesuai dengan Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah," ujar pimpinan Ombudsman RI, Aceh ini.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada insan Ombudsman Aceh atas kerjasamanya dalam menyelesaikan laporan masyarakat dan kepada semua stakeholders yang telah membantu Ombudsman selama ini, semoga 2021 semakin baik lagi dari sebelumnya," imbuh Taqwaddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...