Puluhan papan bunga ucapan Selamat dan Terimakasih kepada Gubernur Aceh berjejer terpasang di depan Pendopo Gubernur Aceh tepatnya di jalan Jalan Japakeh No.1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Pantauan acehimage.com, pada Jumat (5/3/2021). Papan bunga ini terpasang mulai di depan Museum Aceh hingga pagar samping pendopo (pintu masuk Anjong Mon Mata). Memang papan bunga yang terpasang kali ini berbeda dengan yang dipasang di depan Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. Kali lebih kepada program "pencitraan" Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Tinggal di Gubuk Reot

Keluarga M Yusuf Kini Tercatat Sebagai Warga Bener Meriah

Dok Koordinator PRK Ainal MardiahBupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bener Meriah Sasmanto, Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah Sukur, Kepala Dinas Sosial Bener Meriah Alamar, Kabag Humas dan Protokoler Hasimy, Camat Permata, Reja Kampung Pulo Tige, Babinsa setempat menyerahkan Administrasi kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran kepada keluraga M Yusuf S.
A A A

BENER MERIAH – Keluarga M Yusuf yang tinggal digubuk reyot di Kampung Pulo Tige Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, kini resmi terdaftar sebagai warga di sana.

Sebelumnya, ia dan keluarga hanya menetap disana tanpa tercatat sebagai penduduk resmi setelah pindah dari Kabupaten Aceh Besar dan tinggal disebuah gubuk yang nyaris tidak layak dihuni.

Sabtu (9/2/2021), Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bener Meriah Sasmanto, Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah Sukur, Kepala Dinas Sosial Bener Meriah Alamar, Kabag Humas dan Protokoler Hasimy, Camat Permata, Reja Kampung Pulo Tige, Babinsa setempat menyerahkan Administrasi kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran kepada keluraga M Yusuf S.

Seperti yang diketahui, akibat kebun gadainya belum ditebusi oleh pemiliknya, M Yusuf S bersama istri dan anak-anaknya warga Kampung Lam Bada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar itu harus rela tinggal dirumah yang tak layak huni.

Kurang lebih, dia bersama istri dan ke tujuh anaknya telah menetap dirumah yang berukuran sangat mini yang terbuat dari terpal dibungkus dengan plastic selama setahun ini.

Akibat terhimpit ekonomi dan tidak memiliki administrasi kependudukan di wilayah dia tinggal selama ini sehingga ke enam anak-anaknya harus putus sekolah.

Berkat kerjasama Dinas Pendudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Bener Meriah bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Aceh Besar yang difasilitasi oleh Petugas Regestrasi Kampung dibawah Koordinator PRK, Ainal Mardiah warga Pondok Gajah bersama rekannya PRK kampung Timur Jaya keluarga M Yusuf S kini resmi menjadi warga Bener Meriah yang dibuktikan dengan KTP dan KK yang diserahkan langsung oleh Bupati Bener Meriah.

Anial Mardiah yang turut mendampingi rombongan bupati mengunjungi kediaman M Yusuf kepada media ini mengatakan, selain administrasi kependudukan seperti KTP, KK dan Akte Kelahiran keluarga M Yusuf juga mendapatkan bantuan sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah.

Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi kepada M Yusuf menyarankan, jika nantinya kebun tersebut sudah ditebusi sama pemilik kebun ini, hendaknya M Yusuf membeli kebun seperti di daerah Simpur atau daerah Pantan Sinaku dimana harganya masih terjangkau dalam satu hektar.

“Kalu bisa nanti cari beli aja kebun di daerah Simpur Kecamatan Mesidah atau didaerah Pantan Sinaku. Jadi uang sisa bisa dimanfaatan untuk belanja dan untuk modal tanaman muda sebab didaerah tersebut harganya masih terjangkau,"kata Sarkawi.

Orang nomor satu di Kabupaten penghasil Kopi Arabika itu menghimbau, semua Dinas dijajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah agar melakukan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini dilapangan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...