Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Kelompok Tani Subur Jaya Sukses Kembangkan Produk Lokal

MUHAMMAD ILHAMKelompok Tani Subur Jaya sukses mengembangkan beberapa produk lokal
A A A

ACEH SELATAN - Kelompok Tani Subur Jaya sukses mengembangkan beberapa produk lokal seperti minyak oles, budiya cabe, pupuk organik, bibit pala sambutan dan lainnya.

Hasil produksi Kelompok Tani Subur Jaya yang berlokasi di Gampong Pucuk Krueng, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, ini tidak hanya di pasarkan di Kabupaten Aceh Selatan saja akan tetapi juga di luar daerah.

"Hasil prosduksi juga kita pasarkan ke luar daerah, namun saat ini terkendala pandemi covid-19,"kata ketua Penyuluh Swadaya Indra Yani, Senin, (15/6/2020).

Indrayani yang juga sebagai pembina Kelompok Tani Subur Jaya mengatakan bahwa bahan mentah yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik sangatlah ramah lingkungan dan mudah didapatkan, dimana komposisinya yakni dari limbah masyakarat seperti ampas padi, ampas nilam, dan kotoran ternak.

"Dari hasil penyulingan limbah masyarakat tersebut kita jadikan pupuk organik dengan kualitas terbaik, saat ini hasil produksi kita mencapai 1 sampai 2 ton perhari,"jelasnya

Indrayani menceritakan awal mula mengembangkan usaha pupuk organik Subur Jaya ini berawal dari mengikuti pelatihan ke Keciancur, Jawa Barat, melalui oleh Dinas Ketahanan Pangan Dearah tahun 2013, kemudian mengikuti pelatihan ke Sumedang, dan OISCA di Suka Bumi, Jawa Barat di danai Forum Pala Aceh pada tahun 2017, kemudian mengembangkan kepada kelompok Tani yang ada di daerah.

"Setelah mengukuti pelatihan kemudian saya berbagi ilmu dan membina kelompok Tani Subur Jaya,"terangnya

Indrayani saat ini, mengaku usaha pupuk organik Subur Jaya saat ini belum memiliki fasilitas produksi yang memadai karena Fasilitas yang digunakan saat milik forum pala Aceh.

"Kita masih kekurang alat pengkiling kotoran hewan dan bangunan produksi terlalu sempit,"katanya

Sejauh ini kata Indrayani, Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait telah melakukan pembinaan terhadapak Kelompok Tani Subur Jaya namun belum memberikan Fasilitas pendukung untuk usaha.

"Harapan untuk pemerintah setempat lebih memperhatikan masyarakat dalam mengembangkan usaha salah satunya yaitu usaha Kelompok Tani Subur Jayadan produk lokal lainnya,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...