Direksi, Komisaris Utama dan Karyawan/i PT. Atra Media Transformasi Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Taqabbalallahuninna wa Minkum, Mohon Ma'af Lahir dan Bathin ----- Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi manyampaikan pengunduran dirinya secara lisan dihadapan jama'ah shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di Lapangan Babusalam simpang tiga, Minggu (24/5/2020) ----- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memeriksa dua orang oknum polisi berinisial R dan E yang terlibat dalam penganiayaan terhadap pria yang diduga mengalami gangguan jiwa. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono menjelaskan kedua polisi berpangkat brigadir itu merupakan anggota Polsek Nurussalam.

Kekuatan Social Distancing Menghadapi Covid-19 Pemerintah Aceh

ISTIMEWATeuku Maulana, SKM, M.Kes. Phd
A A A

Oleh: Teuku Maulana, SKM, M.Kes. Phd

Antara Minggu ke III dan IV Bulan Maret Tahun 2020 Pemerintah Aceh melalui Wali Kota Banda Aceh mengeluarkan himbauan terutama untuk Kota banda Aceh menerapkan isolasi mandiri dan menutup tempat- tempat Umum seperti warung kopi, café, rumah makan dll.

Kepatuhan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Aceh terhadap himbauan pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 patut diberikan apresiasi karena telah terlaksana dan berjalan dengan baik selama beberapa minggu. Keuntungan bagi kita secara epidemiologi yaitu tidak terjadinya peningkatan jumlah kasus atau terjadinya peningkatan kasus dua kali lipat dalam waktu satu minggu (waktu penggandaan, doubling time), Misalnya, jika jumlah pasien meningkat 2x setiap hari–setiap satu pasien menularkan ke dua orang–maka jumlah pasien pada hari pertama hingga hari ke-7 adalah: 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64…dst.

Melihat trend kasus di Provinsi Aceh selama masa tersebut belum ada peningkatan secara ekponensial, dan semua kasus positive klasifikasi penularannya adalah Community transmission bukan kluster atau sporadic. Kasus pertama yang ditemukan adalah Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dalam perawatan di Respiratory Intensif Care Unit (RICU) Rumah Sakit Zainoel Abidin, Senin, 23 Maret 2020 dinyatakan positif Covid-19.

Data kasus Covid-19 di Provinsi Aceh sampai dengan Minggu II Bulan April jumlah kasus tetap 5 positif dengan 1 orang meninggal. Upaya pemerintah untuk mengisolasi diri kepada Masyarakat dan diberlakukannya jam malam bagi masyarakat terutama di Kota Banda Aceh dan kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Aceh terbukti efektif dalam upaya pencegahan transmisi Covid-19.

Namun setelah berjalan hampir lebih dari 2 Minggu pembatasan social tersebut sudah terbuka/berjalan seperti biasa terutama pada tempat-tempat umum seperti warung kopi, café, rumah makan, dan lainnya sudah Kembali berjalan seperti biasa, dimana kelompok orang/masyarakat berkumpul pada satu meja dengan makan atau minum kopi bersama.

Mungkin Pemerintah Aceh mempunyai alasan yang mendasar untuk saat ini mengapa social distancing dan berlakunya jam malam di tiadakan, hampir 3 minggu kelompok masyarakat tersebut tidak bekerja dan hal ini akan kehilangan sumber pendapatan seperti Kelompok pekerja informal dengan penghasilan rendah dan pekerja harian seperti Sopir, penjaga toko kelontong dan pelayan di warung kopi atau rumah makan.

Kelompok pekerja informal ini tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dari rumah karena sifat pekerjaan mereka. Pada 2019, sekitar 57% atau 74 juta tenaga kerja di Indonesia bekerja di sektor informal. Sebanyak 25 juta penduduk Indonesia, atau sekitar 9% hidup di bawah garis kemiskinan. Upaya tersebut perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat miskin dan kelompok pekerja informal berpenghasilan rendah yang mungkin kesulitan dalam menerapkan anjuran Permerintah.

Dalam mencegah transmisi covid-19 Pemerintah wajib memberlakukan kembali dari apa yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Menurut badan Kesehatan dunia (WHO) secara global jumlah kasus baru saat ini pertanggal 16 April 2020 adalah sebesar 69.728 kasus artinya secara keseluruhan sampai saat ini adalah sebesar 1.954.724 kasus cov-19 dengan kematian 126.140. orang.

Laporan surveillance World Health Organization (WHO) Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 86, Tanggal 15 April 2020, untuk wilayah Asia Tenggara (Indonesia), jumlah kasus yang dikonfirmasi (PCR) adalah sebanyak 4.839 kasus, sedang kan kasus baru per 15 April 2020, adalah 282 kasus, total kematian berdasarkan jumlah kasus positif adalah sebesar 459 orang ( CFR: 9,5%), sedangkan total kematian kasus per Tanggal 15 Apr 2020 adalah 60 orang, klasifikasi penularannya adalah Penularan Komunitas (Community transmission) bukan kluster. Untuk Asia Tenggara Indonesia berada pada urutan ke 2 kasus tertinggi setelah India (11.439. kasus) dengan kematian 377 orang (CFR : 3,3%) dengan klasifikasi penularan Covid-19 kasus Klaster (Cluster of Cases).

Melihat trend kasus yang terjadi di Provinsi Aceh saat ini masih tetap 5 kasus dengan kematian 1 orang (CFR: 20%), bukan berarti kita sudah declear tidak akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa pekan ke depan, akan tetapi hal ini menjadi pertanyaan secara epidemiologi mengapa trend kasus tidak meningkat dalam beberapa minggu ini, yang seharus nya memasuki fase (waktu penggandaan, doubling time), Apakah Covid-19 sudah tereliminir?, Jawabannya tidak, karena eksistensi virus covid-19 tidak pernah akan diketahui bila Penemuan penderita (cases finding) masih kita lakukan secara passive (Passive cases Detection) di Pusat Pelayanan kesehatan terutama pada kasus asymthomatik dimana orang tersebut berpeluang sebagai penular kepada orang lain.

Hampir diseluruh wilayah Indonesia saat ini secara nasional kita sedang terjadi transmisi atau penularan Covid-19, bagaimana kita menyatakan terbebas atau tidak ada lagi kasus Covid-19 di wilayah kita.

Kasus covid-19 di Provinsi Aceh secara epidemiologi belum menampakkan puncak kasus (Peak) nya. Sebenarnya puncak kasus dapat dikontrol dengan intervesi secara baik oleh Pemerintah Bersama masyarakat agar mematuhi himbauan atau prosedur Kesehatan untuk membatasi diri secara social sehingga kurva epidemic kasus akan mencapai puncak yang landai (tidak Tajam) dengan tidak melampaui kapasitas sistem pelayanan kesehatan dalam penangan kasus Covid-19 nantinya.

Para ahli mengatakan melandaikan kurva atau memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19) adalah jalan keluar mengakhiri pandemi. Intinya adalah melandaikan kurva, mencegah kurva membentuk puncak yang tajam. Melandaikan kurva bisa dicapai dengan memperlambat penyebaran sehingga jumlah kasus infeksi di satu waktu masih bisa ditangani oleh sarana kesehatan yang tersedia.

Dengan demikian, orang-orang berisiko yang menjadi prioritas dapat memperoleh layanan yang memadai. Menyikapi hal ini kita sangat khawatir bila masyarakat di Provinsi Aceh sudah berfikir atau terkesan bahwa Cov-19 sudah berlalu.

Persiapan menghadapi Bulan suci Ramadhan secara social juga berpengaruh kepada trend kasus Covid-19, bila masyarakat tidak mengikuti aturan social distancing atau physical distancing , maka probabilitas terjadinya peningkatan kasus dengan kurva epidemik nya tajam selama bulan puasa sampai hari raya I’dul fitri berpeluang besar.

Bila fenomena ini terjadi maka peningkatan kasus dan kematian oleh karena kekurangan atau tidak terpenuhinya pelayanan pengobatan atau perawatan kepada suspek atau penderita positive Covid-19 oleh tenaga dokter dan perawat terlatih serta perlengkapan APD yang tersedia untuk beberapa Rumah Sakit Rujukan Covid-19.

Saat ini kita sangat mengharapkan Pemerintah Aceh Kembali menghimbau dan memberlakukan dengan tegas Pembatasan Sosial selama Bulan Ramazan (PSBR) untuk semua Kabupaten/Kota agar mobilitas masyarakat dapat terpantau dengan baik. Untuk mengantisipasi kepatuhan masyarakat tersebut selama pembatasan sosial/ physical distancing, maka Pemerintah Aceh perlu adanya kebijakan mendesak secara cepat dan tepat untuk pemenuhan kebutuhan hidup dasar masyarakat melalui Bantuan Langsung Tunai untuk Keluarga selama masa PSBR berlaku.

Teuku Maulana, SKM, M.Kes. Phd
Pemerhati Sosial Kesehatan Masyarakat

Reference :
1. Iqbal Elazar, dkk Researcher in disease surveillance and biostatistics, Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU).
2. I Nyoman Sutarsa, dkk Lecturer in Rural Clinical School, Medical School, The Australian National University, Australian National University.4/17/2020.
3. WHO surveillance ) COVID-19 weekly surveillance report Data for the week of 30 March - 5 April 2020 (Epi week 14)
4.Coronavirus disease 2019 (COVID-19) WHO Situation Report – 86

Rubrik:OPINI

Komentar

Loading...