Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Kejari Tahan Keuchik Paya Bilie Dugaan Korupsi ADD

MS, Keuchik Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa. Tersangka MS ditahan di Rutan Polres Lhokseumawe, Kamis, 9 September 2021
A A A

LHOKSEUMAWE – Kejaksaan Negeri Lhokseumawe menahan MS (31), Keuchik Gampong Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa.

Setelah penyidik menetapkan MS sebagai tersangka perkara dugaan penyimpangan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Paya Bilie tahun anggaran 2020. Kemudian MS langsung ditahan di Rumah Tahanan Polres Lhokseumawe, sekitar pukul 12.00 WIB. Kamis hari ini.

“Dugaan penyimpangan APBG itu terkait proyek rehab rumah duafa tidak sesuai anggaran. Pemasangan lampu penerangan jalan tidak sesuai, dan pengadaan sepeda motor gampong menggunakan nama pribadi keuchik atau tersangka. Selain itu, pajak dipungut tapi tidak disetorkan, serta penyalahgunaan dana SILPA tahun 2020. Berdasarkan hasil pemeriksaan khusus APIP Inspektorat Kota Lhokseumawe terdapat kerugian keuangan negara sekitar Rp305.000.000,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Mukhlis melalui Kasi Intelijen Miftahuddin melalui via WhatsApp.

Dijelaskan Miftahuddin, MS sebagai keuchik tidak menindaklanjuti temuan Inspektorat tersebut. Sehingga Kejari melakukan proses penyidikan, menetapkan tersangka hingga melakukan penahanan.

Ia menjelaskan, penahanan tersebut dilakukan karena dikhawatirkan tersangka MS akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan/atau mengulangi tindak pidana. maka MS, kata dia, dibawa ke Rutan Polres Lhokseumawe untuk ditahan sebagai tahanan titipan penyidik Kejari.

Disamping itu Kata Miftahuddin, MS di tahan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Nomor: PRINT- 1219/L.1.12/Fd.1/09/2021, tanggal 09 September 2021, di mana tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Tersangka MS ditahan selama dua puluh hari, terhitung mulai 9 sampai 28 September 2021,” ucap Miftahuddin.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...