Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Kejagung Temukan Inisial DK di Proposal Pinangki ke Djoktjan

ANTARATersangka kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari (tengah)
A A A

JAKARTA- Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pendalaman terhadap perkara pengurusan proyek bebas terpidana Djoko S Tjandra melalui fatwa Mahkamah Agung (MA) yang diajukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari pada November 2019 lalu.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan dalam dokumen proposal yang didapatkan tim penyidik ada sosok berinisial DK yang diduga berkaitan dengan upaya pembebasan Djoko Tjandra saat masih berstatus buron.

"Kami enggak tahu [identitas DK], yang jelas DK itu ada data, singkatannya DK. Makanya kami lagi cari, DK ini siapa," ujar Febrie kepada wartawan di Gedung Bundar, Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (11/9).

Dia mengatakan pihak penyidik sempat menanyakan inisial nama tersebut kepada Pinangki saat menjalani pemeriksaan. Namun sejauh ini, kata Febrie, Pinangki belum mengungkapkan sosok tersebut.

Dalam kasus ini, Febrie menyatakan bakal berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menelusuri identitas dari inisial yang tercantum itu.

"Jangan-jangan dia [penyidik Bareskrim] tahu nama DK. kan di sana nyidik juga," ujar Febrie.

Sebagai informasi, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta agar KPK turut mendalami sejumlah nama lain yang diduga sering disebut Pinangki, Djoko Tjandra dan pengacaranya, Anita Kolopaking dalam kasus rencana pengurusan fatwa MA.

Sejumlah nama itu masing-masing berinisial T, DK, BR, HA dan SHD.

Meskipun demikian tidak diketahui identitas lebih lanjut terkait dengan inisial-inisial nama yang disodorkan MAKI itu. Selain itu, tak diketahui juga mereka berasal dari instansi atau unsur masyarakat mana.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan pihaknya juga menemukan ada aktivitas percakapan antara Pinangki dan Anita Kolopaking yang kerap menyebut istilah 'bapakku' dan 'bapak mu'.

"KPK hendaknya mendalami peran PSM yang diduga pernah menyatakan kepada ADK intinya pada hari Rabo akan mengantar R menghadap pejabat tinggi di Kejagung," demikian salah satu bunyi rekomendasi MAKI kepada KPK.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...