Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Ketua DPRK:

Kehadiran T2PSI Integrasikan Penegakan Syariat Islam

FOR ACEHIMAGE.COMKetua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengikuti Apel Launching Tim Terpadu Penegakan Syariat Islam (T2PSI) Kota Banda Aceh di Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue. Kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh ini melibatkan Forkopimda, Dinas Syariat Islam, Satpol PP-WH, TNI-Polri, Camat, dai perkotaan, ormas Islam dan segenap masyarakat, Selasa (16/03/2021).
A A A

BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengapresiasi dan menyambut baik terbentuknya Tim Terpadu Penegakan Syariah Islam (T2PSI) Kota Banda Aceh. Hal itu disampaikan Farid saat menghadiri peluncuran T2PSI di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Selasa malam (16/3/2021).

Farid menjelaskan, sejak awal pimpinan dewan terus mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh agar segera membentuk T2PSI. Dorongan ini direspons baik oleh pemerintah kota dan disepakati dalam rapat forkopimda untuk membentuk T2PSI pada awal 2021.

“Alhamdulillah, kita bersyukur Tim Terpadu Pengawasan Syariat Islam di Banda Aceh telah terbentuk, karena memang sejak tahun 2020 kami telah mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh agar membentuk tim ini,” kata Farid.

Menurut Farid, pembentukan tim tersebut untuk menyikapi berbagai persoalan pelanggaran syariat Islam di Kota Banda Aceh, terutama terkait maraknya judi online, homoseksual, dan pelanggaran syariat lainnya.

Tim ini melibatkan banyak unsur. Farid berharap, dengan lahirnya tim ini penegakan syariat Islam di Banda Aceh bisa terintegrasi dalam satu wadah. Bukan hanya tanggung jawab Dinas Syariat Islam saja, melainkan turut menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Dayah, Majelis Permusyawaratan Ulama, dan semua SKPK di Banda Aceh. Hal ini untuk mendukung terwujudnya visi misi Wali Kota Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariah.

“Oleh karena itu, sejak awal kami mendesak perlunya melibatkan forkopimda termasuk menggandeng elemen masyarakat dan dengan segala potensi yang mereka miliki sama-sama menengakkan syariat Islam,” ujar Farid.

Lebih lanjut Farid menyarankan setelah peluncuran tersebut perlu membuat rumusan program–program yang strategis dan sistematis untuk memastikan semua program penegakan syariat Islam berjalan maksimal.

“Kami DPRK Banda Aceh sangat siap mendukung pemerintah dan saya juga secara pribadi dalam rapat rapat forkopimda terus mendukung Wali Kota dan jajaranya agar kita benar–benar istikamah dalam menegakkan syariat Islam,” tutupnya.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...