Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Dan Bisa Merusak Gigi maupun Gusi

Kebiasaan Buruk Ini Banyak Dilakukan

ThinkstockSikat gigi harus diganti secara rutin
A A A

JAKARTA - Kapan sikat gigi harus diganti? Kebanyakan orang pasti baru akan menggantinya setelah kondisi fisik dari sikat itu sudah rusak, bahkan bulunya copot dari tempatnya atau warnanya yang kusam.

Terlalu lama mengganti sikat gigi ternyata dapat menyebabkan masalah pada gigi hingga jaringan gusi pada mulut kita. Tak hanya itu, kebiasaan buruk seperti ini juga bisa bikin kamu ompong lho. Hal ini diungkapkan oleh presiden American Academy of Periodontology, dr Bryan J Frantz, DMD.

"Itu bisa menyebabkan masalah dengan ablasi jaringan gusi. Selain itu, jika tidak segera diganti dan dipakai terus menerus, bisa membuat seseorang kehilangan giginya," katanya yang dikutip dari Men'shealth.

Selain itu, dr Frantz mengatakan bulu pada sikat gigi semakin lama akan kehilangan fungsinya. Benda itu bukannya membersihkan gigi, malah menyebarkan bakteri yang bisa merusak gigi.

"Bulu dirancang untuk membantu membersihkan di antara gigi. Jika sudah terlalu lama, fungsinya akan berkurang. Pasti banyak kotoran yang tidak terangkat dan bisa menyebarkan bakteri yang bisa merusak gigi," jelas dr Frantz.

"Terlebih jika sikat gigi sering menempel pada dinding kamar mandi atau meja dan juga menggunakan penutup kepala. Sudah pasti bakteri terus berkembang dan akhirnya masuk ke dalam mulut," imbuhnya.

dr Frantz menyarankan untuk rutin menggantinya setiap 2-3 bulan. Hal ini jauh lebih murah daripada harus ke klinik gigi dan melakukan perawatan hingga menghabiskan dana yang besar.

Sumber:Detik.com
Rubrik:KESEHATAN

Komentar

Loading...