Kasus Narkoba Meningkat di Bener Meriah

SAMSUDINKonferensi pers
A A A

BENER MERIAH – Kasus narkoba di Kabupaten Bener Meriah mengalami peningkatan dari tahun 2019 lalu, dimana tahun 2020 Satnarkoba Polres Bener Meriah telah mengungkap 13 kasus narkoba.

Bahkan, operasi antik I tahun 2020 yang digelar selama 20 hari yakni sejak 12 Februari 2020 hingga 2 Maret 2020 telah mengungkap 9 kasus.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Resnarkoba Polres Bener Meriah Iptu Marjuli SSos dalam Konferensi pers dalam rangka akhir operasi antik rencong tahun 2020 yang dipimpin Kabag Ops Polres Bener Meriah AKP Muara Uli Saut H SE MM,didampingi Kasat Intelkam dan Kasubbag Humas Polres setempat. Senin (2/3/2020) di Mapolres Bener Meriah.

Dari total 9 kasus narkoba terdiri dari 4 kasus narkoba jenis sabu dan 5 kasus ganja di wilayah hukum Polres Bener Meriah.

Dari 9 kasus tersebut pihaknya mengamankan 10 tersangka dengan jumlah barang bukti (BB) ganja sebanyak 5,604,56 gram dan BB sabu sebanyak 10,22 gram.

Menurut Kasat Resnarkoba Bener Meriah itu, bila dibandingkan dengan opresai antik tahun 2019, jumlah kasus dan barang bukti narkoba yang ditangani meningkat. Dimana pada ops antik 2019 kasus narkoba yang diungkap pihaknya yaitu sebanyak 5 kasus dengan 7 orang tersangka dan barang bukti sabu sebanyak 0.36 gram sedangkan ganja seberat 1.35 gram.

Sedangkan, operasi antik rencong 2020 pihaknya telah mengungkap 9 kasus dan 10 tersangka sedangkan barang bukti sendiri sabu seberat 10.22 gram, dan ganja seberat 5.604,56 gram dan mengungkap kasus narkoba dalam operasi antik tahun 2020 yang dilakukan telah melebihi target yakni target.

Kepolisian Bener Meriah menetapkan targen sebanyak 6 kasus, sementara dari hasil kerja kepolisian disana berhasil mengungkapkan sebanyak 9 kasus.

“Secara keseluruhan jumlah kasus yang telah kita ungkap selama tahun 2020 sebanyak 13 kasus, dan 14 tersangka yang diamankan,"terang Kasat Resnarkoba Polres Bener Meriah.

Iptu Marjuli menyebutkan, dalam mengungkap kasus narkoba di Kabupaten Bener Meriah selama ini, kurangnya peran serta masyarakat dalam memberikan informasi tentang adanya pelaku tindak pidana narkotika.

"Masyarakat masih menganggap tabu jika ada pihak keluarganya yang akan dilakukan penindakan karena kuatir akan di penjara. Kendala lainya juga kondisi cuaca yang dingin sehingga kurang maksimal dalam melaksanakan giat ungkap kasus,"sebut Iptu Marjuli.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...