Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Dr. Samsuardi, MA, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 3 Oktober 2022 episode ke 13 Tahun ke 3 dengan tema: Benarkah di Bawah Tangan Alhudri Pendidikan Aceh Terpuruk? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Kasatpol PP dan WH Jadi Narasumber Cang Panah Hukom

Humas Satpol PP dan WH Aceh BesarKepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar, Muhajir, SSTP, MPA, memaparkan materi di acara Cang Panah Hukom di Kantor Satpol PP Provinsi Aceh. Rabu, 21 September 2022.
A A A

Atas dasar Perbup itu, Satpol PP dan WH melakukan penertiban hewan ternak untuk tidak lagi dilepas liarkan, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan dan kenyamanan serta kebersihan kota

Muhajir, S.STP, MPA Kasat Pol PP dan WH Aceh Besar

ACEHIMAGE.COM - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar, Muhajir SSTP MPA, hadir sebagai narasumber di acara Cang Panah Hukom di Kantor Satpol PP Provinsi Aceh. Rabu, 21 September 2022.

Dalam kesempatan itu, Muhajir menyampaikan, kebiasaan warga Aceh Besar usai panen padi, melepas hewan ternaknya ke sawah, berangkat dari hal itu Pemerintah Aceh Besar mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 5 tahun 2021 tentang hewan ternak. "Atas dasar Perbup itu, Satpol PP dan WH melakukan penertiban hewan ternak untuk tidak lagi dilepas liarkan, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan dan kenyamanan serta kebersihan kota," katanya.

Ia mengatakan, jauh sebelum anggota Satpol PP melakukan penertiban di lapangan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Setelah itu, pihaknya juga menggelar sosialisasi ke 23 Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.

"Setelah kita lakukan sosialisasi kepada keuchik dan camat untuk disampaikan kepada warganya, setelah beberapa kali kita lakukan sosialisasi namun saat masih ada hewan ternak kita ambil tindakan, sehingga ada beberapa kali kita sudah amankan hewan ternak," terangnya.

Muhajir juga menjelaskan, ada beberapa gampong di Aceh Besar yang memang mengadopsi Perbub tersebut menjadi qanun gampong seperti di Gampong Kajhu.

"Gampong Kajhu menjadi gampong yang memberlakukan Perbup sebagai qanun dan berjalan dengan baik, bahkan secara langsung kami belajar dengan mereka untuk kita terapkan di setiap gampong," jelas Muhajir.

Ia menghimbau, agar masyarakat tidak lagi melepaskan hewan ternak sembarangan, karena hal tersebut meresahkan masyarakat dan menyebabkan kecelakaan.

"Kasihan masyarakat pengguna jalan, sudah sering terjadi kecelakaan lalulintas yang disebabkan oleh hewan ternak, jadi kami himbau jangan lagi melepaskan hewan ternak sembarangan," himbau Muhajir.

Ia menambahkan, Satpol PP dan WH tidak menghalangi masyarakat untuk mencari rezeki, namun aspek kebersihan dan keselamatan bagi masyarakat harus diperhatikan.

"Kita tidak pernah menghambat warga yang ingin mencari rezeki, namun keselamatan pengguna jalan serta kenyamanan dan ketertiban harus diperhatikan," ucapnya.

Muhajir juga mengatakan, Satpol PP dan WH selalu bertindak humanis dalam melakukan penertiban, karena pada prinsipnya, Satpol PP dan WH selalu hadir ditengah masyarakat.

"Kita selalu kedepankan prinsip penindakan yang humanis, meskipun terkadang masyarakat memiliki stigma buruk kepada kami, saat ini kami harap semua masyarakat sadar hukum," pungkasnya.[]

Sumber:Rilis
Rubrik:ACEHISWANTO

Komentar

Loading...