Pimpinan Pesantren Darul Mujahiddin Kota Lhokseumawe, Tgk Muslim At Thahiri menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 18 Agustus 2022 episode ke 104 Tahun ke II dengan tema: Festival Ekonomi Syariah Yang Tidak Syariah, Masyarakat Kecam Bank Indonesia? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Kasat Reskrim Ungkap Motif Kasus Penikaman Pasien DI RSUD Munyang  Kute Hingga Tewas

SamsuddinAKP Dr. BUstani, S.H, M.H
A A A

ACEHIMAGE.COM – Satreskrim  Polres Bener Meriah berhasil mengungkap motif penikaman Suartik (68) pasien di ruang rawat Inap RSUD Munyang Kute, yang diduga ditikam oleh AS (57) yang juga merupakan pasien di ruang tersebut.

Akibat peristiwa penikaman tersebut, korban Suartik warga Kampung Arul Gading, Kecamatan Pintu Rime gayo, Kabupaten Bener Meriah meninggal dunia dan salah seorang anaknya juga menjadi korban yang dianiaya oleh AS dengan menggunakan tiang standar infus. Peristiwa itu terjadi pada 30 Desember 2021 lalu.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Surya Prabowo SIK melalui Kasat Reskrim, AKP dr Bustani SH MH kepada wartawan, Kamis 7 Januari 2022 di ruang kerjanya menuturkan motif penikaman yang menyebabkan korban Suartik meninggal dunia.

Dikatakan Bustani, setelah pihaknya melakukan melakukan pemeriksaan secara maraton, baik terhadap perawat, keluarga tersangka, keluarga korban AS menikam Suartik dengan menggunakan pisau yang menyerupai sangkur . Motif ia melakukan itu karena tidak senang dirawat satu ruangan dengan korban.

“AS melakukan tindakan nekatnya akibat ketidak senangan terhadap korban yang dirawat satu ruangan dengannya. Pasalnya ia merasa tidak nyaman (terganggu ) dengan keberadaan korban dan keluarganya di ruangan tersebut,” kata Bustani.

Dari pengakuan tersangka, lanjut Bustani, pelaku saat itu mendengar perkataan anak korban yang seolah-olah ingin mengambil uang pelaku di bawah tempat tidurnya dan ingin mengambil anak pelaku. Sehingga timbul niat AS menyerang dengan dalih pertahanan diri.

Dimana saat itu, sebuah pisau menyerupai sangkur sudah ada di tangan sebelah kiri pelaku, sebelum menikam Suartik AS terlebih dahulu memukul anak korban sebanyak 3 kali dengan tiang standar infus.

“Saat ini pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Polres Bener Meriah guna untuk diproses lebih lanjut,” sebjut Bustani.

Bustani menambahkan, terkait keberadaan piasu tersebut juga masih kita dalami. “Pisua itu digunakan untuk memotong buah, pun demikian kita akan mendalami kenapa piasu itu ada situ,” imbuh Bustani.

Menyangkut perkara ini, pelaku akan disangkakan dengan pasal 338 Jo, pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman 10 hingga 20 tahun penjara.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...