Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Gebrakan Perdana

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Ungkap Kasus Pencurian

ISTIMEWAPelaku pencurian
A A A

BANDA ACEH - Baru 48 jam bertugas di Polresta Banda Aceh, Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP Muhammad Ryan Citra Yudha SIK bersama personel Jatanras berhasil mengamankan dua pelaku kejahatan kasus pencurian barang elektronik di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasatreskrim mengatakan, penanganan kasus pencurian barang elektronik berupa dua unit Handphone di dua TKP berbeda tadi sore, Sabtu (12/9/2020) berhasil diamankan.

AKP Ryan Citra Yudha menjelaskan, kasus pencurian barang elektronik berupa handphone milik Aulia Hafidh,(27) warga Ingin Jaya Aceh Besar dilakukan oleh SAF (37) warga Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar ini di Warung Kopi ADI, Jumat (24/7/2020) silam saat korban sedang tertidur.

"Pelaku melakukan aksi kejahatannya disaat korban tertidur pulas dan meletakkan handphone disamping tempat ia beristirahat, namun pada saat terbangun, korban melihat handphone miliknya telah hilang," tutur AKP Ryan.

Berbekal informasi dan olah TKP yang dilakukan Unit Jatanras, personel mengejar keberadaan terhadap pelaku , namun tidak ditemukan. Dan tadi sore, personel kembali mendapatkan informasi dari warga bahwa ada warga yang menggunakan handphone jenis Samsung A50 yang sebelumnya tidak pernah mempergunakan handphone jenis tersebut.

"Kami melakukan penelurusan informasi tersebut dan benar bahwa handphone yang dipergunakan oleh SPH (35) warga Kecamatan Ingin Jaya merupakan hasil dari kejahatan yang dilakukan oleh SAF beberapa waktu lalu," sebutnya.

Berkat informasi yang diberikan oleh SPH, polisi melakukan pengejaran terhadap SAF yang saat itu sedang berada di Komplek Perunas Ujong Bate, Aceh Besar dan berhasil mengamankan pelaku beserta dua unit Handphone salah satunya jenis Redmi Note 8 warna hitam yang diperoleh dari hasil kejahatannya di warung kopi Andi Cafe di Aceh Besar, dan satu lagi milik pelaku SAF.

"Pelaku SAF mengakui bahwa ianya melakukan aksi kejahatan di dua TKP berbeda, yakni Andi Cafe dan Adi Kupi dalam kawasan Kabupaten Aceh Besar," tutur AKP Ryan lagi.

Terhadap pelaku pertolongan jahat, polisi menjerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara dan pelaku pencurian dijerat dengan pasal 363 KUHP dan diancam kurungan selama 5 tahun penjara.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...