Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Soal Prokes dan Rizieq

Kapolri Tegas, Copot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar

NETKapolri Jenderal Idham Azis
A A A

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Aziz mencopot Inspektur Jenderal (Irjen) Nana Sudjana dari jabatan Kapolda Metro Jaya, dan Inspektur Jenderal (Irjen) Rudy Sufahradi dari jabatan Kapolda Jawa Barat.

Keduanya dicopot lantaran tak menegakkan protokol kesehatan (Prokes). Pencopotan itu berdasarkan surat telegram Nomor ST3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan, ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan.

"Keduanya yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat," kata Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (16/11).

Untuk diketahui di Jakarta dan Bogor terjadi kerumunan massa pada masa pandemi Covid-19.

Kerumunan itu terjadi pada saat Habib Rizieq menggelar acara di Tebet Jakarta Selatan dan Megamendung Bogor.

"Makanya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dicopot dari jabatannya. Dan Pencopotan juga dilakukan ke Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Sufahradi," ungkapnya.

Kemudian Kapolda Jawa Timur Irjen Fadil Imran ditunjuk menggantikan posisi Nana sebagai Kapolda Metro Jaya.

Sedangkan Nana dimutasi menjadi Kors Ahli Kapolri. Kemudian, Asisten Logistik Kapolri Irjen Ahmad Dofiri ditunjuk menggantikan Rudy sebagai Kapolda Jabar. Sementara Rudy menjadi widyaiswara tingkat 1 Lemdiklat Polri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjanjikan akan ada tindakan tegas bagi aparat yang membiarkan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19, termasuk kerumunan massa di tengah pandemi.

"Kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan Pemerintah minta tidak ragu dan bertindak tegas dalam memastikan protokol kesehatan dapat dilakukan dengan baik," ujar Mahfud dalam keterangan pers di Kemenko Polhukam yang disiarkan secara daring, Senin (16/11/2020).

"Pemerintah juga akan memberikan sanksi kepada aparat yang tidak bertindak tegas dalam memastikan terlaksananya protokol kesehatan Covid-19," imbuhnya yang dalam kesempatan itu terlihat didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...