Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Kapolres dan Forkopimda Louching Tim Peucroek

SAID AQIL AL MUNAWARLouching Tim Peucroek
A A A

LHOKSEUMAWE –Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK bersama dengan Forkopimda setempat melouching “Tim Peucroek” COVID-19 Hunter di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (22/09/2020) sore.

Peresmian “Tim Peucroek” yang terdiri dari gabungan TNI-Polri dan personil Satpol PP ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Danrem 011/ Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro serta pengangkatan bendera Start oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto yang melepas konvoi ratusan personil gabungan “Tim Peucroek” Covid-19 Hunter.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto kepada awak media mengatakan, sore ini kita melouching “Tim Peucroek” Kalau bahasa Acehnya tim kejar atau covid-19 hunter, ini adalah sebuah tim yang dibentuk gabungan antara pemerintah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, TNI dan Polri dalam melakukan pendesiplinan terhadap masyarakat.

“Artinya kita proaktif dan jemput bola mendesiplinan masyarakat yang masih melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan COVID-19” ungkapnya.

Kapolres mengatakan kedesiplinan dan kesadaran masyarakat di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara masih begitu rendah, maka membuat suatu upaya dengan cara bertindak proaktif melakukan penertiban terhadap para pelanggar protokol kesehatan yang ada di daerah tersebut.

Masyarakat yang ditemukan tidak mematuhi prokotokol kesehatan khususnya tidak memakai masker ada tahapan untuk melakukan tindakan disiplin kepada masyarakat dengan teguran lisan dan tertulis atau sanksi sosial, tergantung berat dan ringannya dan berapa kali melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

"Seminggu terakhir ini kita sudah melakukan operasi yustisi yang dilaksanakan minimal satu hari dua kali, bisa dilaksanakan pagi hari, siang hari dan malam hari di ditempat berkumpulnya masyarakat banyak yang memungkinkan banyak terjadinya kluster yang baru penyebaran COVID-19,"katanya.

"Jadi jika ada “Tim Peucroek” melihat ada masyarakat yang tidak pakai masker akan dilakukan upaya tindakan ditempat,”jelasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...