Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Amal Hasan menjadi narasumber peHTem edisi Senin 10 Mei 2021 Episode 37 Tahun ke 2 dengan Tema: Sahuti Kebutuhan Masyarakat, Bank Aceh Luncurkan Kartu Debit yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Kajati Sebut Soal Anggaran

Kapolda Aceh Paparkan Sejumlah Kasus di Hadapan Komisi III DPR RI

Komisi III DPR RI
A A A

BANDA ACEH - Kapolda Irjen Pol Wahyu Widada memaparkan sejumlah prestasi kepolisian selama dirinya bertugas di Aceh. Pemaparan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI, yang membidangi Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM) dan Keamanan, di Aula Presisi Mapolda Aceh, di Banda Aceh, Sabtu, 10 April 2021.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Wahyu juga memaparkan terkait anggaran yang diterima dan digunakan oleh Polda Aceh beserta jajaran pada Tahun 2021.

Wahyu Widada bahkan merincikan keseluruhan anggaran, baik kebutuhan maupun penggunaannya, selama ia menjabat. Sosok nomor satu di Mapolda Aceh tersebut juga menjelaskan tentang pencapaian kinerja Polda Aceh dan jajaran.

Salah satu pencapaian yang menyedot perhatian publik adalah keberhasilan Polda Aceh mengungkap kasus dugaan investasi bodong Yalsa Boutiuqe, yang menurutnya merugikan ribuan orang.

Keberhasilan lainnya adalah mengungkap kasus penyelundupan Imigran Rohingya, dan pengungkapan sejumlah kasus narkotika serta berhasil mengamankan ratusan Kilo Gram barang bukti sabu, ekstasi, dan ganja.

Selain itu sebutnya lagi, Polda Aceh telah bekerja ekstra untuk mencegah dan meminimalir penyebaran Covid-19 sampai pada tingkat vaksinasi.

"Polda Aceh sangat konsisten dalam menanggulangi Covid-19, mengamankan pendistribusian vaksin dan menyiapkan vaksinator untuk mendukung program pemerintah," ucap Irjen Pol Wahyu Widada.

Kajati Aceh, T. M. Syah Rizal, SH dalam kesempatannya juga ikut menjelaskan sekilas terkait profil Kejati Aceh beserta jajaran. Selain itu, ia juga memaparkan tentang anggaran yang dialokasikan untuk setiap pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pengawasan.

"Anggaran tahun ini juga kita gunakan untuk pembinaan dan pelaksanaan program prioritas pada tahun 2021," ucapnya.

Selanjutnya, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Heru Pranoto, juga menyebutkan tentang kasus yang diungkapnya selama ini, dengan kondisi geografis provinsi Aceh yang sangat menantang dan strategis untuk dimanfaatkan oleh sindikat narkoba.

Ia juga mengungkapkan faktor-faktor utama yang menyebabkan Aceh menjadi sasaran empuk para sindikat narkoba.

"Banyak faktor, terutama ekonomi, pendidikan dan geografis. Ini butuh perhatian khusus dari kita semua," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh, mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Aceh untuk sambutan yang sangat luar biasa.

Setelah Pimpinan Komisi memperkenalkan semua anggota timnya sekaligus penjelasan singkat terkait maksud dan tujuan dilakukannya pertemuan, lalu pimpinan Komisi meminta penjelasan atau jawaban terhadap pertanyaan tertulis kepada pimpinan lembaga mitra kerja secara bergantian.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan Komisi III DPR RI untuk membahas hal-hal substansi yang menyangkut kebijakan-kebijakan lembaga, khususnya di bidang Hukum, HAM, dan Keamanan.

Ia juga mengatakan, kekurangan-kekurangan yang sudah dipaparkan oleh setiap pimpinan institusi baik anggaran maupun personel akan menjadi atensi Komisi III ke depan.

"Ini akan menjadi fokus kami ke depan dan inilah sebenarnya fungsi pertemuan yang kita laksanakan hari ini," sebut Pangeran Khairul Saleh yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI tersebut.

Dalam pertemuan tersebut juga ikut hadir para pejabat utama Polda Aceh, pejabat utama Kejati, dan Pejabat utama BNNP Aceh serta menerapkan Prokes yang sangat ketat.[]

Sumber:rilis
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...