Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Tinjau Sekolah Wilayah Tengah

Kadisdik Aceh Harapkan Sinergitas Untuk Mewujudkan Lulusan Unggulan

ISTIMEWA.
A A A

ACEH TENGAH - Kepala sekolah, komite, guru dan tenaga kependidikan diminta bersinergi dan bekerja keras untuk mewujudkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Sabtu (13/3/2021).

Kadisdik Aceh beserta rombongan meninjau beberapa sekolah antara lain, SMAN 1 Pintu Rime Gayo, SMAN 2 Timang Gajah, SMAN 1 Bukit, SMKN 1 Bener Meriah, SMKN 1 Takengon, SMAN 7 Takengon, SMAN 8 Takengon, dan sejumlah sekolah lainnya.

Alhudri menuturkan, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT sangat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Aceh yang lebih baik dalam rangka mewujudkan Aceh Carong. Sebab, katanya, masa depan Aceh sangat tergantung dari kualitas pendidikan generasi Aceh saat ini.

"Tugas bapak dan ibu guru memang tidak mudah dalam mengendalikan moral dan tingkah laku peserta didik. Oleh karena itu diperlukan keikhlasan dan kesungguhan dalam bekerja," pesannya.

Karena kata Alhudri, dengan pelaksanaan proses pembelajaran yang baik, maka akan terciptanya siswa-siswi yang memiliki sumber daya manusia yang berkompeten dan handal.

"Untuk mengukur keberhasilan pendidikan di SMA, sekolah perlu menyusun database lulusan. Berapa banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta atau pun tidak melanjutkan," terangnya.

Alhudri menyampaikan, untuk melatih kemampuan siswa dalam berpikir, guru dapat merancang pola pembelajaran secara diskusi untuk memecahkan masalah.

"Jika lulusan SMK, berapa banyak yang bisa bekerja di dunia industri dan dunia kerja (IDUKA). Kemampuan siswa harus selaras dengan kebutuhan industri saat ini," ujarnya.

Sebab, katanya, masih banyak lulusan vokasi yang hanya memahami teori, namun belum memahami implementasi di dunia kerja.

"Pemerintah Aceh akan terus menjembatani SMK dengan dunia industri dan dunia kerja melalui kerjasama-kerjasama yang telah dan yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Selain memantau pelaksanaan buku kerja kepala sekolah, Kadisdik Aceh juga meninjau secara langsung kondisi lingkungan sekolah, mulai ruang belajar, ruang guru, kantin sehat, toilet, mushalla, perpustakaan, dan lain sebagainya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...