Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos, MSP, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 30 September 2021 episode 12 Tahun ke II dengan tema: Pantaskah Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Plt Gubernur:

Kadin Mitra Pemerintah Aceh

ISTIMEWAPlt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT
A A A

BANDA ACEH  - Plt Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah mengungkapkan, persoalan utama yang menjadi perhatian penting bagi pemerintah saat ini adalah masalah isu kemiskinan dan pengangguran.

Bahkan masalah ini menjadi agenda bersama untuk dicari solusinya. Oleh karena itu, Kadin harus menjadi mitra pemerintah daerah untuk bergerak bersama mengatasi kedua isu tersebut.

Hal itu diungkapan Nova Iriansyah dalam forum Rapat koordinasi teknis (Rakornis) bersama Kadin Aceh yang dimulai pukul 02 siang, Senin 23 September 2019 itu diselenggarakan di aula P2K Kantor Gubernur Aceh.

Rakornis ikut dihadiri oleh selain Plt Nova Iriansyah, jajaran unsur pimpinan daerah, Sekda Aceh Taqwallah, dan Ketua Umum Kadin Makmur Budiman bersama pengurus serta seluruh jajaran kepala SKPA.

Rakornis tersebut diadakan untuk menyamakan persepsi, dan arah kebijakan pembangunan terutama solusi dalam penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Didepan forum rakornis itu Nova mengungkapkan keberadaan dana otonomi khusus (Otsus, yang diberikan sejak 2008 kepada Provinsi Aceh.

Dana ini kata Nova telah digunakan secara efektif untuk menggerakan berbagai sektor  sebagai upaya pengentasan kemiksinan.

Nova mengakui jika angka kemiskinan masih rerlatif tinggi yaitu 15,32 persen.

Berdasakan data statistik pada tahun 2008, jumlah kemiskinan di Aceh sebesar 26,65 persen, namun pada saat ini (Maret) 2019 angkanya hanya tinggal 15,32 persen.

"Jadi dalam waktu 11 tahun yakni sejak 2008 hingga 2019, telah terjadi penurun angka kemiskinan secara signifikan yaitu 11,33 persen," ungkap Nova.

Pencapaian 11 persen dalam kurun waktu 11 tahun tentu merupakan sesuatu yang luar biasa. Kenapa hal ini bisa terjadi, tentu ini berkat kerjasama semua pihak, pemerintah kabupaten kota, dan dunia usaha yang telah berinvestasi di daerah termasuk juga sektor private.

Untuk itu, dia melakukan berbagai inovasi, dengan pemanfaatan anggaran daerah yang lebih selektif, efektif, dan yang paling penting tepat sasaran.

"Selaku pimpinan daerah saya terus berupaya sehingga kedepan kita dapat terus menekan laju angka kemiskinan yang mendera daerah ini," ujarnya.

Nova pun menegaskan, Kadin Aceh bagi pemerintah daerah ini merupakan mitra penting.

Sebab, pengusaha yang tergabung dalam organisasi Kadin banyak menciptakan lapangan usaha, investasi, dan juga tumbuh kembangnya sektor bisnis dan usaha lainnya.

“Insya Allah kedepan Pemerintah Aceh dan Kadin, secara bersama akan mengupayakan peningkatan investasi dalam negeri,” kata Nova.

Selain itu,  penyerapan tenaga kerja terus diupayakan dengan  melakukan peningkatan sektor investasi, terutama dari sektor Penanam Modal Dalam Negeri atau PMDN.

Selanjutnya ia menekankan bahwa keberadaan dana desa ke depan akan diarahkan untuk pengembangan ekonomi kreatif dan sektor UMKM.

Pada saat ini kata Nova, Pemerintah Aceh, tengah fokus terhadap pengembangan kawasan industri Aceh (KIA) Ladong. Dan sekarang sedang merencanakan menjadikan kawasan itu sebagai industrial state, dan kota satelit baru di areal Banda Aceh dan Aceh Besar.

Dan tentu saja untuk menghidupkan kawasan ini, pemerintah tak bisa sendiri, harus ada mitra kerja yaitu pengusaha.

"Jadi keberadaan pengusaha Aceh faktor penting. Karena tugas utama pemerintah, fungsinya hanya koordinasi, dan membuat regulasi. Maka untuk  menghidupkan kawasan ini, Kadin harus jadi motor penggerak," harap Nova.

Nova juga menekankan semua pegawai dijajarannya untuk melayani pengusaha atau investor dengan baik, terutama terkait aspek-aspek perizinan.

"Kebijakan ini semata-mata untuk memudahkan tumbuh dan kembangnya dunia usaha di daerah kita ini," ujar Nova.

Sementara pada kesempatan itu Ketua Umum Kadin Aceh, Makmur Budiman menyoroti soal lemahnya sumber daya manusia.

Menurut Makmur, tantangan yang dihadapi dunia industri dan investasi di daerah ini kedepan adalah kesiapan sumber daya manusia, dan keberadaan tenaga trampil.

"Jadi harus kita akui, SDM kita masih lemah sehingga perlu diberdayakan dengan pelatihan - pelatihan agar dapat bersaing dengan tenaga kerja luar," kata Makmur.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...