Direktur Utama PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, HT. Novizal Aiyub, SE. Ak, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 26 September 2022 episode ke 11 Tahun ke 3 dengan tema: Peran PDAM Tirta Daroy Dalam Melayani Pelanggan dan Menjaga Kualitas Air yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Kabar Gembira

Kabupaten Bener Meriah Raih Peringkat Ke II Kepatuhan Pencegahan Korupsi

For acehimage.comWakil Bupati Bener Meriah terima plakat penghargaan peringkat kedua dari KPK atas kepatuhan MCP
A A A

ACEHIMAGE.COM – Sebagai masyarakat Kabupaten Bener Meriah kita patut berbangga atas prestasi yang diraih Pemerintah daerah, khususnya dalam capaian nilai kepatuhan pencegahan korupsi sebab, dari 23 kabupaten se-Aceh Bener Meriah meraih peringkat ke II dengan nilai 82, 03 persen.  Sementara peringkat pertama diraih Kota Banda Aceh dengan nilai 87,14 persen.

Hal itu diumumkan dalam kegiatan rapat koordinasi (Rakor) program pemberantasan korupsi terintegrasi usai dilaksanakannya sosialisasi  Monitoring Center Of Prevention (MCP) tahun 2022 yang bertempat di gedung serba guna Setda Aceh, Banda Aceh, Rabu.9 Februari 2022.

Plakat miniatur gedung Merah Putih KPK sebagai penghargaan atas terpilihnya Kabupaten Bener Meriah sebagai peringkat ke II, di terima Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami yang diserahkan oleh wakil  Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Nawawi Pomolango SH MH.

Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Pemkab Bener Meriah yang telah membantu dan bekerja keras untuk mencapai hasil telah diperoleh. Apa yang dicapai tersebut adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun Bener Meriah.

“Alhamdulilah, sejak awal penilaian kepatuhan MCP program pencegahan Korupsi, kita mendapatkan nilai yang sangat baik dalam mengelola 8 area yang diawasi tersebut, ini semua tidak terlepas dari dukungan masyarakat, dukungan Legislatif dan dukungan seluruh pejabat perangkat daerah di Kabupaten Bener Meriah,” ujar Dailami.

Lebih lanjut Dailami mengatakan, namun kita tidak hanya berpuas dengan nilai yang diraih saat ini namun, untuk kedepan harus lebih ditingkatkan karena ini merupakan bentuk keseriusan kita dalam mencegah korupsi, ini bentuk komitmen kita mengelola Pemerintahan sesuai dengan aturan, dan tentunya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Tegas Dailami.

Penilaian MCM oleh lembaga anti rasuah meliputi delapan area intervensi, diantaranya, manajemen APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah), optimalisasi pajak daerah, perencanaan dan penganggaran APBD, pelayanan terpadu satu pintu, manajemen ASN, dan pengadaan barang dan jasa, manajemen aset daerah, dan tata kelola dana desa.

Sementara itu, Sekda Bener Meriah Drs Haili Yoga menambahkan, nilai kepatuhan kita untuk 8 area intervensi ini merupakan hasil kerja keras bersama dalam pembenahannya, mulai dari manajemen ASN, Pengelolaan Dana Desa, Pengadaan Barang dan jasa, Perizinan dan lainnya, banyak yang dilakukan pembenahan di tahun 2021, sehingga akhirnya Pemda Bener Meriah mampu mendapat hasil yang maksimal hari ini.

“Perlu kerja keras dari semua unsur dalam mencapai hal ini, karena ini mustahil dapat diraih bila kita tidak solid dan bekerja keras seluruh unsur di daerah,” ungkap Haili Yoga.

Haili Yoga berharap, apa yang sudah dirai itu dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan kedepannya. Harapnya.[]

Rubrik:ACEHRILIS

Komentar

Loading...