Jumlah ODP di Bener Meriah Bertambah Jadi 17 Orang

SAMSUDINBupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi
A A A

Sebelumnya ODP di Bener Meriah berjumlah 15 orang, dan hari ini bertambah 2 orang sehingga jumlah ODP di Bener Meriah mencapai 17 orang

TGK.H. Sarkawi Bupati Kabupaten Bener Meriah

BENER MERIAH – Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi yang didamping Dandim 0106 Aceh Tengah/Bener Meriah, Ketua MPU Bener Meriah dan Tim gugus tugas penanganan Covid-19 mengemukakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Bener Meriah kembali bertambah dua orang.

Itu disampaikan Tgk Sarkawi kepada awak media usai melakukan penyemprotan disinfektan ke serana-sarana ibadah, Kamis (26/3/2020) di posko siaga Covid-19.

“Sebelumnya ODP di Bener Meriah berjumlah 15 orang, dan hari ini bertambah 2 orang sehingga jumlah ODP di Bener Meriah mencapai 17 orang,'' terang Bupati.

Bupati menyebutkan, salah seorang ODP yang sempat di rawat di RSUD Munyang Kute untuk mendapatkan perawatan khusus, hari ini telah dipulangkan ke keluarga tetapi masih di isolasi dirumahnya.

Pemerintah daerah bekerjasama dengan semua pihak, baik dengan forkompimda plus, unsur TNI,Polri, unsur ulama, Satpol PP dan seluruh tim gugus tugas sudah bekerja melakukan beberapa hal, diantaranya melakukan sosialisasi secara masif kepada pablik (masyarakat).

"Kita juga telah melakukan penyemprotan dinsifektan secara umum seperti sarana ibadah dan fasilitas umum lainya. Kita juga telah melakukan pembentukan gugus tugas, dan kita merelokasi anggran sebesar Rp 4 milyar untuk mencukupi APD (alat pelindung diri) para petugas dilapangan, kita juga membentuk posko dilapangan seperti di 35, Permata dan di Bandara semuanya itu untuk mendeteksi arus masuk ke Bener Meriah yang berasal dari daerah terpapar lainnya dan kita mendapat informasi kemudian petugas kita datang menghampiri dan mendampingan kepada keluarga, isolasi dikeluarga sampai kemudian melihat perkembangan berikutnya,"ungkap Bupati Bener Meriah.

“Keseluruhan ODP yang berjumlah 17 orang yang baru datang dari luar daerah, yakni penduduk Bener Meriah yang di luar daerah kembali ke daerah ini dimana mereka ada yang datang dari Jakarta, Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar lainya ini sudah mendeteksi gejala-gejala awal mengarah ke Covid-19," kata Sarkawi menerangkan.

Menurutnya, keluhan para ODP rata-rata mengeluhkan gejala demam, panas, batuk. Kepada mereka pemerintah kabupaten Bener Meriah melakukan pendampingan di kampung masing-masing.

Ketika ditanya apakah setiap warga yang baru masuk ke Bener Meriah akan diisolasi, Sarkawi menjawab, "Tujuan kita melakukan pemantauaan di pos perbatasan adalah untuk melihat yang memiliki gejala awal, artinya untuk gejala awal saja yang kita lakukan pemantauan khusus jadi hari ini kami juga meninjau ke pos perbatasan ditambah dengan penyemprotan disifektan terhadap mobil yang masuk," demikian sebut Bupatii Bener Meriah, Tgk Sarkawi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...