Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Dr. Tgk. Teuku Zulkhairi, M.A menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 11 Agustus 2022 episode ke 102 Tahun ke II dengan tema: Penerapan Syariat Islam Di Atas Kertas, YARA Minta Dinas Syariat Islam Dileburkan? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Pemkab Aceh Utara

Janji Bangun Jalan Kuta Makmur Simpang Len-Krueng Geukuh Tahun 2022

Said Aqil Al MunawarKondisi Jalan Simpang Len - Krueng Geukuh sebagai jalan induk akses Kecamatan Kuta Makmur.
A A A

ACEH UTARA - Ruas jalan Simpang Len Sampai Krueng Geukuh sebagai salah satu jalan induk akses Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara sudah sekian tahun terjadi rusak parah, namun pemerintah aceh utara menjanjikan jalan tersebut akan dibangun pada tahun anggaran 2022.

Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara Edi Anwar, ST kepada wartawan Senin, 04 Oktober 2022. Ia menyebutkan, pada tahun anggaran 2022 pihaknya telah mengusulkan senilai Rp 19 Milyar. Dari Simpang Len tembus Simpang Krueng Geukuh.

"Di tahun 2021 juga telah kami usulkan dengan anggaran senilai Rp 7 miliar, akibat dampak pandemi Covid-19 maka tidak tertampung, karena tidak ada anggaran, kemudian tahun 2022 ini juga telah kami usulkan kembali dengan anggaran 19 milyar," terang Edi Anwar.

Edi menjelaskan, nominal anggaran yang diusulkan pada tahun 2021 dan 2022 berbeda, disebabkan berjalan tahun kondisi kerusakan jalan semakin terus meningkat. Maka untuk pembangunan jalan tersebut harus diusulkan melalui sumber dana DAK, karena kalo dari dana daerah tidak bisa tertampung alias tidak ada dana.

"Apabila nanti anggaran yang kita usulkan di tahun 2022 tidak ada kendalan, jadi kami targetkan ruas jalan itu tuntas dibangun pada tahun depan," terang Edi.

Edi menambahkan, panjang jalan lebih kurang 18 KM itu yang mengalami rusak parah seperti di daerah Desa Krueng Seunong dan Desa Pulo Timur. Selain dari itu hanya diperbaiki pada bagian rusak lalu di tempel saja.

Edi Anwar mengharapkan, kepada masyarakat agar tetap bersabar, dalam hal ini pemerintah bukan tidak peduli terhadap kondisi terjadinya kerusakan jalan di Aceh Utara, karena aceh utara wilayahnya sangat luas. Maka perlu tahapan, apalagi dana di daerah kita sangat terbatas dibandingkan dengan luas wilayah." pungkasnya.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...