Usia kepemimpinan Mawardi-Waled Husaini memimpin Kabupaten Aceh Besar genap tiga tahun sejak dilantik pada 10 Juli 2017 lalu. Namun hingga kurun waktu itu pasangan putih menahkodai dinilai masih belum bisa membawa daerah tersebut ke arah yang lebih cerah. Bahkan sempat muncul isu ketidakharmonisasi antara Bupati Ir Mawardi Ali dengan Wakil Bupati Waled Husaini, kemudian publik kembali bertanya-tanya di hari ulang tahun kepemimpinan mereka.

ODP Kian Bertambah

Jangan Abaikan Imbauan Pemerintah Terkait Corona

AK JAILANI Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani
A A A

BANDA ACEH - Seluruh masyarakat Aceh diharapkan untuk turut andil dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang kian merebak ke berbagai wilayah. Pencegahan yang harus dilakukan dengan cara mematuhi setiap imbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Sebabnya, virus berbahaya tersebut bisa menyerang siapa saja dengan tingkat penyebarannya yang begitu cepat. Dimana kemunculan virus corona atau Covid-19 pada awal Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, China, telah menyebabkan kekhawatiran global yang tak dapat dihindari.

Virus dengan tingkat penularan yang begitu cepat itu akhirnya menyebar dengan agresif ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Walaupun di Provinsi Aceh belum ada yang dinyatakan posistif terjangkit virus corona, namun sikap waspada diingatkan untuk terus dikedepankan.

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani menyampaikan pencegahan merupakan salah satu yang paling efektik dilakukan oleh masyarakat dalam kondisi sekarang ini.

"Imbauan dari Pemerintah harus didukung, karena satu saja masuk (terjangkit) itu kita ngak bisa memprediksikan bagaimana dengan orang-orang disekitarnya, begiu juga dengan keluarga mareka sendiri," kata Saifullah Abdul Gani kepada acehimage.com, Selasa (24/3/2020) .

Di Aceh, kata dia jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalan pengawasan (PDP) kian bertambah, tapi belum ditemukan positif Covid-19.

Jangan Samakan dengan Tsunami

Pria yang kerap disapa SAG ini, meminta kepada masyarakat Aceh agar tidak menyamakan virus corona dengan musibah gempa tsunami pada tahun 2004 silam. Walaupun keduanya merupakan bencana yang sangat dahsyat yang tidak diprediksi.

Akan tetapi, Covid-19 yang baru-baru ini dihadapi merupakan virus daya sebarnya sangat cepat yang tidak ada batasan. Sementara musibah tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam merupakan bencana yang bersifat lokalitas.

"Kalau dibandingkan dengan bencana tsunami dan gempa kita kemarin 2004 yang lalu itu, walaupun gempa dan tsunami kita gak bisa prediksi setelah peristiwa bencana itu bisa diestimasi berapa lama waktu yang diperlukan berapa skala kerusakan yang harus diperbaiki dan bencana virus ini yang akan kita hadapi mudah-mudahan tidak terjadi. Kita tidak tahu berapa daya sebar nya dan cepat penyebarannya dan berapa lama durasinya ini sama sekali ngak bisa diprediksi," terang Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh.

Karena itulah, Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh mengharapkan masyarakat untuk tidak mengabaikan seruan-seruan yang diterbitan Pemerintah. Kemudian semua komponen masyarakat harus melakukan berbagai upaya dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus berbahaya tersebut.

"Tidak saatnya barangkali dijadikan parodi, satu saja kenak walaupun di ujung Aceh bisa menyebar ke seluruh warga," kata SAG menegaskan.

Covid-19 Membuat Kelangkaan

Musibah tsunami yang meluluh lantakkan serambi mekkah pada 16 tahun yang silam, namun tak lama selama setelah itu, selain pemerintah indonesia, dunia pun membuka mata melihat Aceh untuk menyalurkan bantuan. Namun Covid-19 ini berbeda dengan dengan peristiwa dahsyat itu.

Covid-19 yang mulai menyerang salah satu Kota di China pada Desember tahun lalu, yang tidak lama kemudian menyebar ke berbagai negara. Hingga kini mulai berimbas ke Aceh.

Walaupun belum ada yang positif, seperti disampaikan oleh Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani namun bebagai kelangkapan seperti alat pelindung diri (ADP) bagi awak medis, masker dan cairan antiseptik mulai langka untuk diperoleh.

"Lagi-lagi saya ingin bandingkan tsunami atau bencana alam yang lain itu sifatnya terjadi suatu wilayah tidak ada yang lain sehingga saling membantu saling support itu masih sangat memungkinkan, tetapi ini penyebaran virus ini dihadapi oleh semua negara, dihadapi oleh semua daerah yang terjadi adalah kelangkaan yang luar biasa kelangkaan tenaga medis yang tidak mampu menangani sebab kelangkaan alat pelindung diri kemudian kelangkaan-kelangkaan alat sarana dan prasarana yang digunakan itu," terang SAG panjang lebar.

Imbauan yang diterbitkan oleh Pemerintah seperti social distancing atau menjauhi kerumunan orang untuk mencegah penyebaran virus corona. Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani mengatakan masyarakat bisa ikut berkerjama serta menindaklanjuti.

"Agar sama-sama kita perangi penyebaran Covid-19," demikian SAG.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...