Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Warga Kumpulkan Dana Sukarela

Jalan Penghubung Kemukiman Kunyet Puluhan Tahun Tidak Diperbaiki

Mukim Kunyet Pidie
A A A

Seingat kami sudah tiga kali ibu hamil melahirkan di jalan

Khalidin Imum Mukim Kunyet

PIDIE - Puluhan tahun jalan penghubung antar desa di Kemukiman Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie tidak diperbaiki. Alhasil ratusan warga melakukan aksi kumpul dana suka rela, Kamis, 1 April 2021.

Aksi ini sebagai sikap protes kepada Pemerintah Pidie yang mengabaikan aspirasi warga untuk memperbaiki jalan sepanjang tujuh kilometer.

Imum Mukim Kunyet, Khalidin, mengatakan tindakan warga dilakukan dengan spontan setelah mengetahui tidak ada alokasi dana pembangunan jalan Kunyet dalam APBK Pidie tahun 2021.

"Puluhan tahun warga mengeluh akibat jalan rusak berlubang dan Pemkab Pidie berwenang menangani pembangunan jalan yang menghubungkan ke pusat Kota Kecamatan Padang Tiji," jelasnya.

Sejak terakhir diaspal pada tahun 1986, tambah Imum Mukim, hingga saat ini jalan tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan. "Sudah lebih 35 tahun," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, kondisi jalan rusak parah sehingga berbahaya bagi warga pengguna jalan.

"Seingat kami sudah tiga kali ibu hamil melahirkan di jalan," tambahnya.

Selain itu, akses dan aktivitas ekonomi masyarakat juga mengalami kendala, apalagi Kemukiman Kunyet berada jauh dari Kota Kecamatan Padang Tiji.

Karena letaknya di pedalaman, kata Mukim, mereka seperti dianaktirikan oleh pemerintaj dalam berbagai kebijakan pembangunan.

"Mayoritas warga sebagai petani kebun dan sawah," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Pidie, Ali Basyah, mengakui jika ruas jalan Kunyet-Padang Tiji pernah dianggarkan dalam APBK Tahun 2020.

"Gagal dikerjakan meski sudah ditender," katanya seraya mengatakan jika tidak bisa dianggarkan pada program reguler tahun 2021, maka akan dianggarkan kembali pada APBK-P tahun 2021.[]

Penulis:Andi Firdhaus
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...