Puluhan papan bunga ucapan Selamat dan Terimakasih kepada Gubernur Aceh berjejer terpasang di depan Pendopo Gubernur Aceh tepatnya di jalan Jalan Japakeh No.1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Pantauan acehimage.com, pada Jumat (5/3/2021). Papan bunga ini terpasang mulai di depan Museum Aceh hingga pagar samping pendopo (pintu masuk Anjong Mon Mata). Memang papan bunga yang terpasang kali ini berbeda dengan yang dipasang di depan Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. Kali lebih kepada program "pencitraan" Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Jalan Lintas Kecamatan Kuta Makmur Bagaikan Kubangan Kerbau

SAID AQILJalan Induk kecamatan Kuta Makmur telah lama rusak parah dan berlubang. Saking rusaknya jalan, pada musim penghujan seperti saat ini, kondisinya lebih mirip kubangan kerbau.
A A A

ACEH UTARA - Pemerintah kabupaten Aceh Utara terkesan tutup mata terhadap kondisi Jalan Induk kecamatan Kuta Makmur, Pasalnya jalan akses untuk beberapa kecamatan ini seperti Nisam- Kuta Makmur menuju Kota Lhokseumawe sudah mencapai Lima tahun lebih mengalami rusak berat.

Adapun Kondisi Jalan rusak parah tersebut dari simpang Cot Nibong (Pulo Rayeuk) hingga simpang Elak (Desa Krueng Senong) lebih kurang sekitar 10 KM ini, belum juga ada perhatian dari pemerintah setempat hingga kini. Kamis (11/02/2021).

Seperti diketahui, jalan salah satu gerbang induk kecamatan Kuta Makmur ini sempat masuk dalam anggaran pembangunan tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19, anggaran untuk pembangunan jalan tersebut dibatalkan karena defisit anggaran.

Meskipun tidak punya anggaran untuk dibangun aspal, setidaknya jalan induk tersebut dilakukan penimbunan, namun itupun juga tidak ada perhatian sama sekali yang dilakukan oleh pemerintah.

“Kalou misalnya pemerintah beralasan tidak punya anggaran untuk membangun aspal karena butuh biaya besar, maka setidaknya adannya dilakukan penimbunan, jangan tutup mata, hingga kondisi jalan induk kecamatan ini seperti kubangan di badan jalan,” sebut Zubir salah seorang tokoh pemuda di kecamatan setempat.

Zubir menyebutkan, karena jalan ini merupakan induk perekonomian masyarakat akses ke ibu kota Lhokseumawe, baik untuk mengangkut hasil perkebunan dijual ke pasar maupun penghubung para ASN pergi bekerja ke kantor Pemerintahan.

Dijelaskan, seharusnya pemerintah Aceh Utara harus memprioritaskan pembangunan jalan tersebut, karena yang memimpin di Aceh Utara ialah orang juga mengerti tentang kuta makmur. Mengingat Kuta Makmur adalah salah satu kecamatan yang sangat berjasa saat Aceh masih bergejolak.

Dikatakan, meskipun jalan tersebut sudah bertahun tahun rusak, tapi masyarakat Kuta Makmur hingga kini masih sabar menantinya, tidak menuntut kepada masyarakat dengan aksi tanam pohon di jalan dan memancing ikan.“Namun ini juga tidak akan menutup kemungkinan, hal tersebut juga akan terjadi,” terang Zubir.

Karena sekarang ini, kondisi jalan tersebut sudah mulai rusak berat, hanya diguyur hujan sesaat badan jalang langsung digenangi air dan berlumpur nyaris tidak bisa dilintasi.

Sehingga banyak masyarakat memilih akses jalan lain untuk pergi beraktivitas, baik Ke kota Lhokseumawe maupun luar kecamatan lain. Meskipun harus memutar dengan jarak lebih jauh. "Masyarakat memilih akses tersebut karena jalanya bagus,”terang Zubir.

Kadis PUPR Kabupaten Aceh Utara Edi Anwar, ia membenarkan Tahun anggaran 2021 pemkab Aceh Utara tidak ada anggaran untuk membangun jalan tersebut. Karena sedang mengalami defisit anggaran pandemi Covid-19.

“Dari sejumlah paket proyek jalan yang dipangkas sebelumnya. Hanya ada beberapa tahun ini yang ada anggaran.”kata Edi.

Ditanya soal apakah jalan induk kuta makmur tersebut tidak masuk dalam pembangunan Prioritas, Edi hanya mengatakan, jalan tersebut tidak turun karena tidak ada anggaran.

Saat disinggung paket proyek seratus Milyar pada tahun 2021 di dinas PUPR, Edi mengatakan itu termasuk gaji ASN.” Itu semua bukan untuk paket proyek, tapi ada untuk gaji ASN dan biaya beli pulpen kantor,"cetusnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...