Enam unit rumah di Desa Titi Mas, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara ludes terbakar, Senin (1/3/2021). Satu diantaranya merupakan rumah pribadi wakil bupati Aceh Tenggara. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi, dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. "Dalam kejadian kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB siang, api baru dapat dipadamkan setelah empat unit mobil damkar dikerahkan kelokasi kebakaran," ungkap Asbi.

Jajaran Polres Bener Meriah Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual

Polsek Pintu Rime Gayo.
A A A

BENER MERIAH - Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur di Kabupaten Bener Meriah, menjadi perhatian serius jajaran Polres Bener Meriah untuk mencegah bertambahnya korban.

Salah satu langkah untuk pencegahan yang dilakukan Polres Bener Meriah melalui jajaran Polsek adalah melakukan sosialisasikan dan penyuluhan di wilayah hukum Polsek masing-masing.

Seperti yang dilakukan Kapolsek Pintu Rime Gayo, Ipda Dasril memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat Kampung Simpang Lancang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Hal yang sama juga dilakukan Kapolsek Permata, Iptu Yulizan melakukan sosialisasi kepada ibu PKk terkait tingginya angka kekerasan seksual tehadap perempuan dan anak dibawah umur.

Polres Bener Merah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Polres Bener Meriah, Iptu Jufrizal SH mengatakan, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang dilaksanakan Kapolsek Pintu Rime Gayo tersebut dilaksanakan pada Selasa 16 Februari 2021.

Dalam sosialisasinya, Ipda Dasril menjelaskan tentang ancaman hukuman bagi pelaku pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur sesuai dengan undang- undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak serta Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 Tentang Hukum zinayat.

"Agar masyarakat selalu waspada dan mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh anak,karena kekerasan dan pelecehan ini terjadi disebabkan anak-anak tidak terkontrol atas kegiatan seperti memainkan media elektronik seperti Hp dan lain-lain,"kata Jufrizal menirukan penjelasan Kapolsek Pintu Rime Gayo.

Selain pelecehan seksual terhadap anak, Ipda Dasril juga mensosialisasikan dampak negatif narkoba terhadap generasi bangsa.

"Dalam kesempatan kemarin, Ipda Dasril juga menyampaikan tentang pesan-pesan Kamtibmas diantaranya, agar masyarakat senantiasa memperhatikan protokol kesehatan mengingat masih dalam masa pandemik Covid-19,"katanya.

Pesan lainnya juga disampaikan, agar masyarakat memarkirkan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 dan dapat dipastikan dalam keadaan aman dan dikunci Ganda guna mencegah terjadinya tindak pidana Curanmor, Serta menghidupkan lampu teras rumah pada malam harinya.

"Bilamana ditemukan adanya tindak pidana yang dapat menganggu keamanan dan ketertiban agar kiranya masyarakat untuk segera melaporkan ke Polsek Pintu Rime Gayo,"

Di akhir penyampaiannya Kapolsek yang berpangkat Inspektur Polisi dua tersebut meninggalkan nomor handphone kepada masyarakat yang hadir, bilamana ada Gangguan Kamtibmas masyarakat mudah untuk melaporkannya.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Reje Kampung Simpang Lancang, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kampung Simpang Lancang serta Petue kampung, perwakilan dari masyarakat, Ibu PKK/Posyandu dan tokoh perempuan, Tokoh masyarakat,pemuda dan karang taruna.

"Kegiatan ini akan terus kita laksanakan untuk mengajak masyarakat kita perduli dengan situasi Kamtibmas di lingkungan masing juga untuk mencegah terjadinya pelecahan seksual terhadap anak di bawah umur juga mencegah penyalahgunaan Narkoba," tutur Iptu Jufrizal.

Sedangkan Kapolsek Peramata, Iptu Yulizan menyampaikan , dalam sosialisasinya menyampaikan, pelecehan seksual adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan perbuatan seksual, tindakan lisan atau fisik atau isyarat yang bersifat seksual.

Atau perilaku lain apapun yang bersifat seksual, yang membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan dan/atau terintimidasi dimana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada.

Dan tindakan tersebut mengganggu kerja, dijadikan persyaratan kerja atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, bermusuhan atau tidak sopan.

Dengan kata lain pelecehan seksual adalah penyalahgunaan perilaku seksual. Permintaan untuk melakukan perbuatan seksual (undangan untuk melakukan perbuatan seksual, permintaan untuk berkencan).

"Pernyataan lisan atau fisik melakukan atau gerakan menggambarkan perbuatan seksual, (pesan yang menampilkan konten seksual eksplisit dalam bentuk cetak atau bentuk elektronik (SMS, Email, Layar, Poster, CD, dll),"jelas Iptu Yulizan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...