Ismail Rasyid Mundur Dari Calon Kepala BPKS

ISTIMEWAIsmail Rasyid
A A A

BANDA ACEH - Setelah menunggu sekian lama pasca fit and proper test untuk manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) tanpa kepastian, akhirnya muncuat isu hangat mundurnya salah seorang calon kuat kepala BPKS yaitu Ismail Rasyid.

CEO PT. Trans Continent itu mundur dari bursa calon pimpinan BPKS menjadi isu hangat seminggu terakhir di kalangan masyarakat Banda Aceh dan kota Sabang.

Berangkat dari isu yang berkembang itu acehimage.com coba menkonfirmasi langsung kepada Ismail Rasyid melalui WhatsApp (WA).

Ismail pun mengaku kalau dia sudah mengundurkan diri dari calon kepala BPKS.

"Itu memang bukan isu, tapi benar saya sudah mundur dari calon kepala BPKS Sabang," tegas Ismail yang mengaku saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2020) malam ia masih berada di Australia menjenguk keluarga.

Sayangnya, saat ditanya mengapa dirinya mundur, dia tidak memberi penjelasan, kenapa ia harus mundur dari calon kepala BPKS.

Sejak kemunculannya pertama kali pada saat pembukaan Pusat Logistik Berikat (PLB) dan Gudang Terpadu di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Ismail Rasyid, putra Aceh ramah dan fleksibel ini menjadi sangat populer di kalangan masyarakat dan pengusaha Aceh.

Namun entah dari mana awalnya dia sebagai orang yang di persiapkan Dewan Kawasan Sabang untuk menahkodai BPKS, tiba-tiba mengundurkan diri dari calon kepala lembaga bisnis itu.

Sebelumnya, entah siapa yang memulai menyebarkan isu bahwa Ismail Rasyid mundur dari kandidat kepala BPKS. Ternyata isu tersebut bukan isapan jempol, tapi Big Boss PT. Trans Continent ini menegaskan kebenaran isu, ia memang mundur.

Padahal, Ismail Rasyid untuk pencalonannya sebagai kepala BPKS  dia sudah mengikuti fit and proper test yang diadakan tim Pansel, Pemerintah Aceh beberapa bulan yang lalu di Jakarta.

Untuk diketahui, putra Bireuen ini yang menginiasi membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) dan Gudang Terpadu di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar pada agustus lalu.

Pada saat bincang-bincang dengan acehimage.com, di Hermes Palace Hotel
beberapa waktu lalu, Ismail mengatakan ia sangat optimis untuk membangaun kawasan Sabang.

Bahkan alumni ekonomi Unsyiah ini mengaku hanya fokus ingin berkontribusi dalam pembangunan Aceh.

"Saya sudah lama merantau, Insya Allah sudah sukses. Kini dalam hidup, saya ada berkeinginan, cita-cita, bagaimana berusaha di Aceh, memajukan kampung halaman, termasuk Sabang," katanya.

Apa yang dilakukan selama ini adalah tetap fokus pada bisnis yang ia geluti.

"Alhamdulillah, dengan membangun komunikasi dengan tim work dan dengan jalan ini saya bisa bergerak lebih mudah dan cepat," pungkas Ismail.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...