Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Dr. Samsuardi, MA, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 3 Oktober 2022 episode ke 13 Tahun ke 3 dengan tema: Benarkah di Bawah Tangan Alhudri Pendidikan Aceh Terpuruk? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Tolak Kenaikan Harga BBM

Irawan Abdullah Beri Solusi Modal Usaha

Murdani TijueAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tgk H Irawan Abdullah SAg menyerahkan bantuan modal usaha ekonomi produktif untuk masyarakat yang membutuhkan di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Kamis, 8 September 2022.
A A A

Saat kami menolak kenaikan BBM, ini adalah keinginan Rakyat yang memang disampaikan kepada kami di DPR. Kami mendukung penolakan kenaikan harga BBM dan kami juga sudah memperjuangkan dari DPRK sampai dengan DPR RI seluruh Indonesia agar BBM subsidi tidak dinaikkan. Tapi kebijakan ini ada ditangan presiden

Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag Anggota DPR Aceh

ACEHIMAGE.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tgk H Irawan Abdullah SAg menyerahkan bantuan modal usaha ekonomi produktif untuk masyarakat yang membutuhkan di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Kamis, 8 September 2022.

Bantuan modal usaha tersebut disalurkan dalam bentuk barang-barang yang dibutuhkan oleh pelaku usaha UMKM yang selama ini terdampak pandemi Covid-19 dan kini merasakan beban kenaikan harga BBM bersubsidi.

Penyerahan bantuan ini berlangsung di gudang Dinas Sosial Aceh Besar, Gampong Pasie Lamgarot, Kecamatan Ingin Jaya. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar, serta tim TKSK dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Tgk. Irawan mengatakan bahwa bantuan ini bersumber dari Anggaran Pemerintah Aceh yang disalurkan kepada masyarakat melalui usulan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPR Aceh, dalam hal ini Tgk Irawan.

“Ini merupakan bantuan pemerintah, bukan dana anggota dewan. Dewan hanya memfasilitasi melalui usulan pokir yang berasal dari masyarakat. Program ini direalisasikan melalu Dinas Sosial Provinsi Aceh," katanya.

Legislator asal Dapil I yang meliputi Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang ini berharap masyarakat penerima dapat benar-benar memanfaatkan modal ini untuk semakin bertambah produktif, bukan malah menjual barang-barang bantuan untuk dijadikan uang yang akan habis sekali pakai.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr Yusrizal yang juga hadir ke lokasi mengapresiasi para anggota dewan yang memiliki usulan untuk memberdayakan masyarakat yang selama ini terdampak pandemi Covid-19, apalagi banyak kebutuhan barang-barang yang sudah naik harga.

"Kami sangat mengharapkan dengan adanya modal bantuan usaha ini, masyarakat penerima betul-betul memaksimalkan usaha di bidangnya masing-masing untuk lebih berkembang ke depannya," harap Yusrizal.

Adapun bantuan modal usaha tersebut diberikan untuk 71 penerima dari wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Bantuan terdiri dari bahan-bahan kios, bahan peralatan kue, mesin jahit, serta bahan-bahan palawija untuk perkebunan/pertanian.

Dukung Penolakan Kenaikan BBM
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah SAg juga menegaskan dukungan penolakan kenaikan harga BBM subsidi yang disuarakan oleh mahasiswa dan kalangan masyarakat lainnya. Irawan mengatakan Fraksi PKS dari DPRK sampai DPR RI berdiri bersama rakyat menolak kenaikan harga BBM yang telah diumumkan Presiden Jokowi.

"Saat kami menolak kenaikan BBM, ini adalah keinginan Rakyat yang memang disampaikan kepada kami di DPR. Kami mendukung penolakan kenaikan harga BBM dan kami juga sudah memperjuangkan dari DPRK sampai dengan DPR RI seluruh Indonesia agar BBM subsidi tidak dinaikkan. Tapi kebijakan ini ada ditangan presiden," ujar Anggota Komisi I DPR Aceh.

Karena BBM pada akhirnya juga dinaikkan Presiden, lanjut Tgk Irawan, pihaknya disamping mengkritisi juga memberi solusi seperti program bantuan modal Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dibagikan hari ini yang diusulkan melalui pokok-pokok pikiran dewan.

"Harapannya masyarakat yang ada peluang usaha produktif tetap berlanjut dan sukses. Bantuan modal usaha ini dapat sedikit mengatasi kondisi ekonomi masyarakat. Bukan BLT yang kadang habis dipergunakan dalam waktu sesaat," harap yang sering disapa Ust Irawan.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...