Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Ini Sosok Serma Firdaus Ariga yang Gendong Bocah di Jalan Syiah Utama

SAMSUDDINSerma Firdaus Ariga
A A A

BENER MERIAH – Serma Firdaus Ariga adalah sosok parajurit TNI yang bersahaja, demi untuk rakyat, ia rela berkorban baik harta maupun nyawa sekalipun.

Serma Firdaus Ariga masuk Prajurit TNI pada tahun 1994 gelombang ke dua dan ditugaskan di Pekan Baru hingga tahun 2013. Kemudian dia pidah ke Aceh dan bertugas di Dandim 0106 Aceh Tengah bagian intel sejak tahun 2013 hingga 2020.

Setelah Dandim 0119 Bener Meriah berdiri, dia ditugaskan di Koramil 01 Bandar Pos Mesdidah Bhabinsa di wilayah Samar Kilang membina tiga kampung.

Bersama pasangnyanya, Kardesi Novita mereka dianugerahi dua orang putra dan satu orang putri, anak pertama adalah Sersan dua Sabtian Ariga Dinas di Mako Kapusus Cijantung lulusan tahun 2019 ( PK 26 ), yang kedua perempuan sedang menuntut ilmu di pesentren, dan yang ketiga laki-laki masih duduk di sekolah dasar kelas 3.

Bagi dirinya dan kawan-kawanya (TNI ), mereka bisa bahagia disaat bisa hadir dan membantu ketika masyarakat menderita. Hal itu disampaikan Serma Firdaus Ariga saat ditemui awak media di Koramil 01 Bandar, Selasa (19/1/2021).

Menurut Serma Firdaus Ariga, sejak Dandim 0119 Bener Meriah Berdiri, dirinya ditugaskan menajdi Bhabinsa di Wilayah Syiah Utama. Kurang lebih sudah 5 ( lima ) bulan bertugas di Koramil 01 Bandar Pos Mesidah.

Dia menceritakan, selama 5 bulan bertugas menjadi Bhabinsa, setiap bencana longsor yang menimpa akses jalan utama masyarakat Samar Kilang meraka selalu stanbay dilokasi baik siang maupun malam hari.

“Sesuai perintah dan arahan pimpinan, kami harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Karena masyarakat dan rakyat itu adalah ibu kandung kami,"kata Serma Firdaus.

Justru itu, ketika musibah longsor yang terjadi pada minggu (17/1/2021) sekira pukul 23.45 wib mengakibatkan akses jalan Syiah Utama menuju Kecamatan Bandar putus total paginya sekira pukul 07.00 wib ia bersama 9 personel Koramil Bandar Pos Mesidah langsung berupaya membersihkan lumpur yang menutupi jalan.

BACA JUGA:Viral! Anggota TNI Gendong Bocah di Jalan Syiah Utama

"Kami sebanyak 10 personel diantaranya, saya sendiri Serma Firdaus Ariga, Serka Imron Rosidi, Sertu Suhada, Sertu Laromi, Sertu Ahmar, Serda Selamet , Serda Supriaten, Kopda Armiadi, dan Kopda Disman Purba," katanya.

Sembari menungu alat berat dari BPBD Bener Meriah, kami berupaya membersihkan lumpur yang menutupi badan jalanan diperkirakan mencapai 1,5 meter. Pada saat itu kebetulan ada masyarakat yang hendak menyeberang mengendong anaknya lalu saya membantu ibu itu menyeberangkan anaknya dengan mengendong sejauh 150 meter.

“Karena lumpurnya sangat sulit dilalui kami melihat ibu itu akan menyeberang dengan susah payah didalam lumpur itu maka saya bantu menyeberangkan dengan mengendong anak ibu itu. Sementara ayah anak itu sedang menorong sepada motornya," kata Serma Firdaus.

Menurutnya, saat itu bukan anak ibu itu saja yang digendong diseberangkan namun ada dua anak lagi masing-masing di gendong oleh Serda Selamat, dan Kopda Disman Purba.

Dikesempatan tersebut, Serma Firdaus juga menyebutkan, sebelumnya saat memperbaiki jembatan yang putus di Jalan Samar Kilang dia sempat memberikan gajinya untuk membeli minyak alat berat sembari menungu pihak terkait untuk mengantikannya.

Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dibayarkan, tetapi demi rakyat dia rela. “ Tapi saya berharap penangan musibah longsor di daerah itu serius ditangapi karena jalan tersebut merupakan akses satu-satunya masyarakat 14 Kampung,"tegasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...