Pimpinan Pesantren Darul Mujahiddin Kota Lhokseumawe, Tgk Muslim At Thahiri menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 18 Agustus 2022 episode ke 104 Tahun ke II dengan tema: Festival Ekonomi Syariah Yang Tidak Syariah, Masyarakat Kecam Bank Indonesia? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Benar?

Ini Pengakuan PPK Soal Proyek Rusun Politeknik Negeri Lhokseumawe Bermasalah

Proyek Pembangunan Rusun Politeknik Negeri Lhokseumawe Diduga Bermasalah.
A A A

LHOKSEUMAWE - Proyek pembangunan Rumah Susun (RuSun) di Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh bersumber dari APBN Tahun 2021 yang dikerjakan PT Sumber Alam Sejahtera dengan nilai kontrak Rp 12 milyar dan pengawasan PT Bumi Toran Kencana Rp 1 Milyar diduga bermasalah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Rusun yang bersumber dari anggaran pusat tersebut, tepatnya lokasi bangunan dibelakang gedung kampus Politeknik itu diduga rekanan pemilik perusahaan pemenang tender proyek sudah lari disaat masih dalam tahap pengerjaan.

BACA JUGA Proyek Rusun di Politeknik Negeri Lhokseumawe Diduga Bermasalah

Kemudian kegiatan pekerjaan pembangunan proyek tersebut diduga dilanjutkan oleh pihak rekanan kedua melalui proses pergantian yang dilakukan Satker penyediaan perumahan aceh.

Tak hanya itu, dilokasi pekerjaan proyek, pihak rekanan juga terlihat mengabaikan keselamatan pekerja, karena tidak menerapkan K3 bagi para pekerja yang dilengkapi dengan alat pengamanan dan pelindung diri.

Meskipun hanya terlihat pamplet kegiatan dilokasi proyek, itupun sulit di jangkau. Dipasang pada sudut belakang bangunan. Tentunya, hal tersebut diduga sudah menyimpang dan bertentangan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Satker Penyediaan Perumahan Aceh, Frand selaku PPK proyek pembangunan Rusun di Politeknik Negeri Lhokseumawe kepada media diduga berkilah, proyek itu masih dikerjakan oleh rekanan yang sama sebagai perusahaan pemenang tender.

Frand diduga juga berkilah soal pembangunan proyek Rusun politeknik negeri Lhokseumawe tersebut bermasalah, dimana pihak rekanan pemenang tender tidak lari dari pekerjaan Rusun tersebut, Ia mengaku pembangunan proyek tersebut masih dikerjakan rekanan yang memenangkan tender.

"Tidak benar, kalo informasi, bahwa rekanan pemenang tender proyek itu bermasalah dan lari dari pekerjaan. Dan saya tidak menggantikan dengan perusahanaan rekanan lain." kata Frand kepada acehimage.com. Kamis 02 Desember 2021.

Frand menyebutkan, terkait informasi rekanan proyek lari maupun adanya pergantian perusahaan, Frand diduga berkilah, mungkin pihak yang menyampaikan informasi itu hanya melihat para pekerja dilokasi bangunan tukang yang baru.

Dijelaskan, proyek Rusun tahun 2021 itu ditargetkan selesai pada tahun 2022. Karena pada tahun 2021 proyek tersebut mengalami refucusing, 50 persen dari pagu anggaran dipotong. Karena ini proyek multi years, maka dilanjutkan pada tahun depan.

Saat disinggung tidak ada penerapan K3 bagi para pekerja saat media melakukan penelusuran ke lokasi proyek, frand juga berdalih tetap ada. Meskipun dilokasi spanduk keselamatan kerja tidak terlihat dipasang." K3 itu tetap ada. Kita tetap berlaku k3 bagi pekerja."dalih Frand.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...