Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Belum Rampung Dikerjakan

Ini kata DPKAD Soal Pencairan Anggaran 100 Persen Proyek Rp3,7 Milyar di PUPR Lhokseumawe

ilustrasi-Detik.com
A A A

ACEHIMAGE.COM – Soal dugaan telah dilakukan Pencairan anggaran 100 Persen paket Proyek Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah di Gampong Blang Pulo Kecamatan Muara satu di bawah satuan kerja Dinas PUPR Lhokseumawe senilai Rp3.730.223.000 dari sumber APBK tahun 2021 dengan Nomor kontrak 602.2/002/kont- DAK / ESDM - SDA / 2021 tanggal 29 juni 2021 yang dikerjakan oleh PT Pilar Abadi Semesta masih belum rampung dikerjakan itu merupakan wewenang teknis dinas Terkait.

“Soal pencairan anggaran proyek, secara teknis itu tidak ada kaitan dengan kami (DPKAD), karena kami membayar sesuai dengan SPM, maka pihak dinas terkait yang tau soal teknisnya apakah memang pelaksaan proyek itu sudah tuntas dikerjakan, karena kami kalo diminta bayar kami bayar, itupun apabila adminitrasi telah terpenuhi,” kata Susan Kabid Anggaran DPKAD Lhokseumawe. Selasa 04 Januari 2022.

Susan menjelaskan, DPKAD tidak tau soal proyek itu belum rampung dikerjakan, namun ia mengaku terkait telah dilakukan pencairan anggaran 100 persen, tentunya itu sesuai dengan permintaan di instansi terkait. “kalo kami diminta bayar kami bayar, jadi kalo masalah belum selesai proyek itu dekerjakan itu tanggung jawab dinas,”ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala DPKAD Lhokseumawe, Marwadi Yusuf, ia mengaku  pencairan paket proyek itu dilakukan sesuai dengan permintaan Dinas, pihaknya hanya melakukan pembayaran saja,” selain dari itu tidak ada kaitan dengan kami.”ujarnya.

Seperti diketahui proyek tersebut dibawah Pengawasan CV Gelora Prima Konsultan dengan biaya Rp56 Juta sudah mati Kontrak. Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh media ini, anehnya pembangunan proyek tersebut sudah dilakukan pencairan anggaran 100 persen oleh pihak pelaksana. Pasalnya, penarikan pertama dilakukan 20% uang muka, Penarikan ke dua dilakukan sekitar 30 %, Penarikan ke 3 dilakukan sebanyak sekitar 73.55 %, dan Penarik ke 4, 100 % rentensi 5 %.

Sementara dilokasi pekerjaan, proyek tersebut masih meunuai pro kontrak dengan pihak masyarakat setempat. Pelaksanaan proyek hanya berjalan 60 persen dari target pekerjaan, namun mirisya pihak pelaksana sudah mencairkan anggaran tersebut utuh dari nominal pagu proyek.

Menurut Informasi yang dihimpun beberapa sumber media ini, proyek pemasangan distribusi ini dilakukan Penarikan uang oleh pihak pelaksana untuk membayar semua kebutuhan bahan proyek, seperti pipa dan lainya, sementara pemasangan belum dilakukan akibat terjadi permasalahan di lapangan. Namun perihal tersebut dilakukan secara jelas diduga telah melanggar hukum sistem kontrak.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...