Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Yenni Rosnizar SKM, merasa kecewa dengan kondisi pelayanan di RSUD dr Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan, menyusul meninggalnya seorang warga yang berprofesi sebagai perawat saat menjalani Operasi melahirkan di RSUDYA, (7/8/2020). “Mungkin karena keterbatasan tenaga medis sehingga penanganan terhadap pasien menjadi tidak efektif, apalagi banyak tenaga medis yang diisolasi akibat Covid-19", Kata Yenni Rosnizar SKM

Rekontruksi Pembunuhan

Ini Adegan yang Diperagakan Pelaku Pembunuh Ibu Kandung

BULKHAINIPolisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Nek Fatimah (63)
A A A

ACEH UTARA - Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Nek Fatimah (63) dengan tersangka anak kandungnya Nasrul (35), rekonstruksi dilakukan di rumah korban dengan 26 adegan yang diperagakan pelaku, Kamis (9/7/2020)

Pembunuhan yang dilakukan anak kandung korban terhadap ibu kandungnya terjadi di Gampong Meunasah Panton Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada Senin (8/6/2020) sekira pukul 07.00 WIB.

Adegan pertama yang diperagakan NS yaitu pelaku datang ke rumah korban (ibu kandung) Pada Minggu (31/6/2020) sekira pukul 20.00 WIB untuk menyimpan sebilah pisau di bawah pohon pisang di belakang rumah korban.

Kemudian, pada Senin (08/6/2020) sekira Pukul 04.30 WIB tersangka sampai di depan rumah korban, tersangka menuju ke belakang rumah korban untuk mengambil pisau yang sudah di simpan selama 8 hari yang lalu.

Setelah mengambil pisau, tersangka memanjat dinding dapur rumah korban sambil membawa sebilah pisau kemudian tersangka mematikan lampu dan disaat lampu sudah dimatikan korban sedang tidur.

Kemudian tersangka membangunkan korban dengan cara memanggil serta menggoyangkan kaki korban dan korban mengambil senter mengarahkan ke tersangka sehingga korban melihat tersangka memegang sebilah pisau kemudian tersangka meminta uang kepada korban sambil mengarahkan pisau ke arah korban dan mengancam akan membunuhnya jika tidak di berikan.

Kemudian korban menanyakan kepada tersangka pisau itu untuk apa dan korban berbalik badan hendak membuka pintu depan rumah tersangka negosasi meminta uang pada korban kemudian tersangka menarik rambut korban dengan tangan kirinya.

Setelah menarik rambut korban, tersangka menikam pisau ke leher sebelah kanan korban dengan mata pisau mengarah ke depan tersangka mendorong tubuh korban hingga tersungkur ketanah dengan posisi terlungkup.

Tersangka menarik kalung yang melekat di leher korban hingga terputus. lalu kalung tersebut dipengang dengan tangan kiri tersangka dan tersangka melemparkan pisau ke arah sudut dinding dapur dengan berlumuran darah.

Setelah itu tersangka keluar melalui dinding dapur yang sama menuju ke belakang rumah dan duduk di atas septitank membersihkan tangan dari noda darah dengan cara menggosokkan tangan ketanah.

Setalah itu tersangka pergi kepohon pisang untuk membersihkan tangan di daun pisang kering dan mencuci tangan kedalam sumur yang ada di dekat pohon pisang kemudian tersangka menuju ke tanggul irigasi dan kembali pulang kerumahnya di Gampong Alue Bili Rayeuk berlari-lari kecil.

Tepatnya pada pukul 06.45 WIB tersangka kembali lagi kerumah korban dari jalan depan rumah kemudian mengetuk pintu serta jendela beberapa kali sambil memanggil korban dan tersangka kembali masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat dinding dapur.

Setelah berada di dalam rumah tersangka menuju ke jasad korban dan menggeser kepala korban untuk menahan pintu dan membuka pengunci pintu depan dari dalam rumah.

Setelah itu tersangka mamanggil saksi Nurhayati dari dalam rumah sambil mengetuk dinding rumah " Macek Macek Ibu sudah meninggalkan kita".

Kemudian Saksi Nurhayati langsung datang melihat korban dari depan pintu depan rumah dengan berlumuran darah dan tersangka duduk di ruangan tengah sambil pura-pura nangis melihat jasad korban.

Setelah itu, tersangka kembali mengambil pisau yang telah di letakkan di dapur dan keluar dari dinding dapur langsung menuju ke belakang rumah sambil membawa pisau dan memotong daun pisang kering yang ada noda darah kemudian membuang kebelakang rumah saksi Nurhayati.

Kemudian tersangka kembali memanjat dinding dapur dari luar rumah untuk melemparkan pisau kearah dapur berjalan menuju kedepan rumah saksi Nurhayati dan duduk di kursi panjang sambil berpura-pura menangis setelah itu tersangka pergi untuk memberi tahukan kepada warga lain.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...