Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 1 November 2021 episode 21 Tahun ke II dengan tema: KPK Kembali ke Aceh, Siapa Terjerat Korupsi? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Minta Jaminan Keselamatan Nakes

IDI Aceh Kutuk Warga Amuk Lokasi VaksinasI

Warga Amuk Lokasi VaksinasI
A A A

BANDA ACEH - Seorang dokter mengalami luka lecet dan lebam akibat dipukul warga yang mengacak-acak lokasi vaksinasi di Aceh Barat Daya. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh mengutuk sikap arogansi warga.

"IDI Wilayah Aceh sangat menyesalkan peristiwa yang terjadi pada tanggal 28 September di Kabupaten Aceh Barat Daya. Kami mengutuk sikap arogansi," kata Ketua IDI Wilayah Aceh dr Safrizal Rahman dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Safrizal meminta polisi mengusut tuntas peristiwa tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, dia memohon semua pihak agar menahan diri termasuk tidak berkomentar hal yang menyudutkan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya terkait program vaksinasi.

"IDI Wilayah Aceh siap membantu pemerintah dalam berperang melawan COVID-19," jelas Safrizal.

Safrizal mengatakan program vaksinasi yang digelar tersebut merupakan program pemerintah dalam upaya melindungi warganya dari COVID-19. Program itu dikuatkan melalui Peraturan Presiden No 14 Tahun 2021.

"Panggilan kemanusiaan menyebabkan dokter dan tenaga kesehatan turun keluar dari tempat kerjanya untuk menyukseskan program vaksinasi ini. Karena itu, keamanan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas," sebut Safrizal.

Dia menyebutkan Provinsi Aceh saat ini menjadi sorotan nasional karena cakupan vaksinasi COVID-19 masih rendah. Menurutnya, tenaga kesehatan ikut membantu pemerintah baik dalam proses screening, vaksinator, dan pengawasan pascavaksin.

"Screening pada calon penerima vaksin dilakukan dengan chek-list yang telah disiapkan secara baku," jelas Safrizal.

Sebelumnya, sekelompok warga mengacak-acak lokasi vaksinasi Corona yang digelar di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya.

"Kita akan tetap lakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Rabu (29/9).

Winardy meminta Forkopimda Aceh Barat Daya terus memberikan edukasi-edukasi terkait pentingnya vaksinasi. Hal itu dinilai perlu dilakukan supaya insiden serupa tidak terulang.

"Kita berharap kejadian serupa tidak terulang," ujar Winardy.

Menurutnya, insiden di PPI tersebut terjadi karena kurangnya edukasi tentang pentingnya vaksinasi. Selain itu, masyarakat juga tidak terima vaksinasi digelar di lokasi.

"Mereka marah dan tidak mau mengikuti kegiatan vaksin yang diadakan oleh pihak Polsek Susoh, Koramil/04 Susoh, Polairud, dan Puskesmas Sangkalan, karena kegiatan vaksinasi tersebut menyebabkan pengunjung di PPI Ujung Serangga sepi dan mempengaruhi pendapatan mereka," jelas Winardy.

Akibat insiden tersebut, satu posko gerai vaksin, 9 vial vaksin (10 dosis), 33 vial vaksin Sinovac (2 dosis), alat medis berupa masker, handsanitizer, alat tensi, jarum suntik, dan obat-obatan rusak serta tidak dapat digunakan lagi.

"Satu tenaga kesehatan atas nama Fanni Eprilia Tika (28) mengalami lebam di betis kanan bagian belakang akibat terkena benturan kursi plastik," jelas Winardy.[]

Sumber:Detik.com
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...