Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Ibu Kandung Ketua PWI Bener Meriah Dipukul ODGJ Pakai Infus, Direktur RSUD Munyang Kute Minta Maaf

Ilustrasiilustrasi
A A A

ACEHIMAGE.COM – Harmawati (60 ) warga Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah yang merupakan ibu kandung Ketua Persatuan Wartawan (PWI ) Bener Meriah diduga dipukul pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ ).

Ketua PWI Bener Meriah, Mashuri kepada wartawan, Rabu, 27 Juli 2022 mengatakan, peristiwa pemukulan terjadi pada Selasa, 26 Juli 2022 sekira pukul 16.30 WIB ketika ibunya tersebut sedang menjaga adik bungsunya yang dirawat di ruang inap THT di RSUD Munyang Kute.

“Sebelumnya, di ruangan tersebut hanya adik saya yang dirawat, kemudian pihak rumah sakit memasukan pasien ODGJ,”kata Mashuri

Namun, tiba-tiba pasien ODGJ itu bangun dari tempat tidurnya dan langsung menyerang ibunya dengan menggunakan infus hingga hingga mengenai bagian leher. Akibatnya, leher ibu sempat bengkak dan mengeluh sakit setelah menerima pukulan dari pasien ODGJ itu.

“Bahkan, bukan ibu saya saja, perawat yang ada didalam ruangan itu sempat juga diserang. Beruntung, pasien ODGJ tersebut cepat diamankan, lalu dipindahkan ke ruangan lain,” ungkapnya.

“Meski saat ini kondisi ibu saya sudah tidak apa-apa lagi, tapi saya sangat kecewa dengan pelayanan RUSD Muyang Kute dengan memasukan pasien ODGJ dengan pasien normal dalam satu ruangan,” tegasnya.

Seharusnya, kata dia, jika memang ruangan khusus ODGJ sudah penuh di rumah sakit tersebut, ODGJ itu harus dirujuk ke rumah sakit lainnya.

Agar kejadian tidak terulang kembali, ia berharap PJ Bupati Bener Meriah, Haili Yoga segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pihak RSUD Muyang Kute.

Sementara itu, Direktur RSUD Munyang Kute, Sri Tabahhati mengatakan atas permasalahan itu pihaknya telah meminta maaf kepada keluarga Ketua PWI Bener Meriah.

“Tadi pagi kami sudah minta maaf dan mengunjungi yang bersangkutan, dan terhadap pasien ODGJ itu telah kita pindahkan, “ungkap Sri.

Sri Tabahhati menjelaskan, salah seorang pasien atas nama Hafizah dirawat di ruang THT sehari sebelumnya, kemudian ada pasien ODGJ yang masuk. Penilaian kondisinya, karena ruangan khusus ODGJ itu penuh maka kita tumpangkan di ruang THT.

Menurut Sri, memasukan pasien ODGJ itu ke ruang THT dianggap ruangan tersebut aman karena ada sekat antara rawat THT dengan yang lain. []

Komentar

Loading...